Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Home
Welcome !
Nov 13, 2007
Stevie is a student, currently living in Delft, The Netherlands
welcome and enjoy the pictures and the story ;-)
please visit also my other personal website at http://steviesisca.tk/


MySpace Tracker

Posted by stevie on Mar 5, '09 4:09 AM for everyone
Barusan ada posting pertanyaan menarik dari seorang rekan di Jakarta terhadap posting blog saya di sini .
berhubung jawabannya jadi agak panjang, jadi saya posting jadi blog session sendiri

ini pertanyaannya:
"...hallo, salam kenal...
...menarik ya memandang Industrial Design dari negara maju...
...gimana menurut stevie, memandang profesi ini jika berada di negara berkembang seperti Indonesia ...??
kebanyakan teman2 se-profesi beralih ke pekerjaan grafis dan interior...karena profesi grafis dan interior lebih menghidupi...
...apa pandangan anda dengan kerajinan/kriya yg mestinya bisa dikembangkan secara industri di indonesia..?"

wah, saya pas baru aja bangun tidur langsung berhadapan dengan pertanyaan 'dalem' begini, tapi karena issue ini sangat menarik, maka saya dengan antusias mencoba menjawab. mudah2-an menjawab pertanyaannya ya...

aku jawab satu2 ya...

..memandang profesi ini jika berada di negara berkembang...
sebelum saya langsung kepertanyaannya, saya ada beberapa cerita...
pernah suatu saat ketika saya pertama bertemu dan mengenalkan diri pada professor pembimbing project tesis saya, dia bertanya, “...oh, ada ya sekolah industrial design di Indonesia…?... saya baru tahu…tuh”.....*gubrakk*
Ya, ok that’s just a story but artinya secara ga langsung emang dalam pandangan mereka agak ‘aneh’ juga mungkin ya mengetahui ada sekolah industrial design di indonesia, sama seperti saya juga kaget mengetahui ada sekolah industrial design di Afrika (temen saya sekelas ada yg dosen industrial design di Afrika - Botswana) dan rekan saya ini rencananya akan dibiayai sampai doktorat ke Amerika nantinya dari kampusnya... Wow !

Tapi begini ya. Ini sebenernya tergantung anda ngelihat industrial design sebagai profesi macam apa. Industrial design bagi saya sebenernya lebih ke suatu usaha ‘pemecahan masalah (peningkatan kualitas hidup manusia) melalui pendekatan perancangan produk’
masalahnya bisa apa saja, produk yang dihasilkan bisa apa aja. pendekatannya solusinya juga depends on what kind of product-nya.

Sewaktu saya mengerjakan project Integral Design disini, saya baru ‘nyadar’ bahwa profesi industrial design disini bisa mengerjakan segala macam hal mulai dari project yang purely mechanical / engineering, hingga project yang hanya bicara tentang styling dan konsep user interaction, or even only talk about tools and methods.

Jujur, saya terkaget2 ketika melihat rekan2 industrial designer disini bisa membuat perhitungan aerodinamika, struktur statik dinamik, kalkuklasi Life Cycle Analysis, stress – strain analysis... berbicara tentang konsep produk assembly di industri dan advanced material technology sampai ke pehitungan dampak lingkungannya... [ usia mereka 22-24 tahun, seusia mahasiswa Tugas Akhir di kampus Indonesia]

dalam hati saya : “ damn, dulu ketika saya masih seusia mereka ya.... saya bodoh sekali kalau begitu....!!”  

Ketika di Indonesia untuk masuk sekolah Industrial design mengutamakan test nggambar... disini yang dilihat nilai fisika matematika, dll...!!

Believe it or not, teknik presentasi dan menggambar hanya ‘elective’ course disini... no drawing test at all here !

Kalau memang anda really talented in styling, dan anda berminat, anda bisa pergi ke sekolah khusus yg menekankan product styling – tapi sifatnya sekolah2 tersebut adalah ‘Hogeschool’ / “Fachhochschule” artinya ‘kejuruan’ atau ‘professional oriented’.... they are not even Universiteit. Banyak mahasiswa Indonesia (dan bahkan banyak dosen..saya kira) ngga tahu tentang perbedaan hal ini.

Ohhhh please...saya selalu menekankan  industrial design is not senirupa !!!
(saya kadang capek sendiri loh kalo lihat penampilan ala 'seniman' mahasiswa2 desain produk Indonesia... ada yang dandan gotik, punk, atau dandanan aneh2 lain.... saya sekarang berada di salah satu pusat pendidikan industrial design di Eropa, dan saya TIDAK pernah melihat fenomena penampilan semacam itu disini .... jadi mestinya malu dong, kalo prestasi belum seberapa, penampilan diutamakan...)...jdi kemana2 ya...

Ada cerita lain lagi, ketika saya sampai disini saya terkaget2 bahwa ada sebagian dari mereka yang secara serius mengerjakan project2 yang namanya ‘Base of Pyramid’ projects, yang intinya mengerjakan project2 pengembangan produk untuk negara2 miskin / berkembang. Mereka meneliti bajaj untuk India, sepeda roda tiga buat jual makanan di Afrika, penyediaan sanitasi dan air bersih di Ghana. Lampu minyak buat masyarakat Afrika dan India…Incubator bertenaga matahari buat rural hospital di Afrika, Bahkan ada rekan saya sekarang sedang mengerjakan project tentang kompor minyak kelapa sawit bagi masayarakat perkebunan di Lampung Indonesia, pokoknya benar2 jauh dari bayangan anda tentang ‘industrial design’ yg anda lihat di internet dan buku2 styling itu...

(…kebayang ngga bahwa semua project itu inisiatifnya justru dari kampus industrial design di Eropa…dan sponsornya perusahaan besar semacam Philips, Siemens Bosch, Unilever, dll.)

Believe it or not, even IDEO currently doing this kind of project?

Waktu pertamakali saya datang saya sempat mikir, “WTF is it ???…I don’t come far from my country to learn how to design….’becak’…here...... ohh come on….”

Mengapa trendnya demikian? Ada apa dibalik itu semua? …itu sebenernya ada ceritanya sendiri (mudah2 an suatu saat saya ada waktu menulis khusus tentang ini)

Tapi Inti jawaban saya adalah:  industrial design itu sebenernya ya sangat relevan buat negara berkembang bahkan miskin…. Jika kita melihat profesi ini initinya adalah problem solver terhadap masalah2 aktual yang terjadi di masyarakat…
Mulai masalah yang terjadi di masyarakat modern….post modern....masyarakat industri… masyarakat teknologi informasi....masyarakat konsumtif… hingga masyarakat under-served / miskin dan terbelakang....

Fokus dan spesialisasi expertise industrial design itu diverse dan beragam....

kebanyakan proses pendidikan ID di Indonesia hanya menampilkan ngga sampe sepertujuh dari ‘wajah industrial design’ yang sesungguhnya. 

 

...kebanyakan teman2 se-profesi beralih ke pekerjaan grafis dan interior...karena profesi grafis dan interior lebih menghidupi...

saya punya dua jawaban terhadap issue ini

Pertama,

Saya ngga menyalahkan ya....
Karena memang demand-nya di Indonesia ngga sebanding dengan jumlah lulusan yang dihasilkan.
Jangan juga dibayangkan di Eropa sini semua lulusan industrial designer juga nantinya bakal jadi industrial designer di Industri. [ mahasiswa kan selalu ada yang top abis, ada yang biasa2 aja...dan ada juga yang under average... motivasi kuliahnya juga beda2...]

Persaingan disini juga ketat, hanya prominent graduate yang akhirnya bisa menembus bursa industrial2 designer top di Industri Eropa. jadi banyak juga yang beralih profesi di bidang marketing, enterpreneur, independent consultant, graphic design juga...

Ketika anda mempelajari suatu ilmu di universitas, ngga selalu harus memandangnya sebagai profesi yang anda tekuni nantinya... Banyak juga yang sekarang belajar medis tanpa berminat melanjutkan ke profesi dokter. Knowledege and Profession... bagi saya something different.
"banting setir" bisa karena 'terpaksa'... atau 'pilihan'... tapi bagi saya ga ada masalah

Kedua,
Saya melihat iklim pendidikan kita juga punya kontribusi ‘dosa’ terhadap masalah ini... why?

Saya pernah ngobrol dengan rekan saya dari Columbia, dia dosen industrial design di Universidad Nacional de Colombia, Bogotá – salah satu universitas negeri terbaik disana, dia mengeluhkan situasi yang sama: universitas disana menghasilkan banyak lulusan yang nantinya tidak bekerja di profesinya...
Masalahnya juga sama, karena demand di industri ngga sebanyak jumlah lulusan industrial designernya.

Hal itu disebabkan karena pendidikan industrial design dikomersialisasikan. Banyak universitas2 swasta menawarkan program2 pendidikan industrial design dengan biaya mahal. Dengan brosur promosi yang luar biasa indah dengan gambar2 product styling dari desainer2 top dunia, mereka menjual mimpi ke anak2 muda ini yang akhirnya terangsang berbondong2 masuk ke universitas tersebut dengan biaya yang tidak sedikit tentunya.

Pendidikan Industrial Design itu adalah bisnis yang menggiurkan disana !!  
Tapi realitanya di industri ngga seindah itu...

Sekolah2 ini tidak bertanggung jawab terhadap lulusannya, urusan mereka hanya menarik mahasiswa sebanyak2 nya, menghasilkan profit sebesar2nya...

Fenomena yang sama mungkin juga terjadi di Indonesia... it’s all about business dude..!.

Saya sebenarnya ngga sepenuhnya menyalahkan, karena naturally this kind of thing will happen, it’s about supply and demand di dunia pendidikan, .... bukan di dunia industri... that’s different !


Tapi coba kita lihat ya..... apa yg terjadi di Eropa atau negara maju...
Kualitas pendidikan disini (Eropa) secara umum benar2 diproteksi, universitas untuk warganya umumnya murah kalau tidak ...ya benar2 gratis. Secara umum universitas2 negeri tidak komersial, mereka tidak mengutamakan kuantitas, tapi kualitas... mau muridnya jumlahnya cuma 10 orang mereka tidak peduli, tapi mereka benar2 bermutu...

Relasi dengan industri juga sangat kuat sehingga most of lulusannya pasti dapat terserap di industri. Banting setir profesi atau tidak it's all about choice here...
Karena itu universitas disini punya ‘pride’ dan ‘respectable’
saya ingat bos saya bilang...." kalau mau tau yang namanya bener-bener belajar... belajarlah di Eropa...." dan itu saya rasakan bener disini...
 
Saya ada cerita lagi,
Saya pernah bertemu mahasiswa Transportation Design di FH Pforzheim sewaktu di Jerman, saya kaget loh waktu nanya berapa teman sekelas dia:  4 orang !!!!  (tahun 2007) can you imagine that ... empat?

Sekolah itu hanya menghasilkan 4 automotive designer di negara penghasil BMW, Mercedes, Audi, VW, dll.....

Contoh lain ya.... Art Center College of Design Pasadena, (anak ID pasti tahu kemahsyuran sekolah ini ), selama 80 tahun hanya menghasilkan 1482 designer ( artinya rata rata per tahun menghasilkan cuma 18 designer !!!! sejak tahun 1930) mereka hanya mau menerima extremely highly talented student !!  bukan yang rata2 ...bukan yang coba2 ..bukan yang iseng2

Bandingkan coba dengan Indonesia ya.... ITS atau ITB aja lah yang negeri.... bisa anda hitung berapa jumlah rata2 lulusan pertahun ?  Setiap tahun aja mereka masing2menjaring kurang lebiih paling tidak 100 mahasiswa baru ....

Mutu mahasiswanya ... bagaimana ?.....Kebutuhan  industrinya ... bagaimana?

Saya pernah nanya bos saya dulu,
“kenapa pak kita ngga membatasi jumlah mahasiswa yg masuk... benar2 selektif, maksimum 20 orang aja per angkatan”......

“Ngga mungkin Stev,... dosen2 bisa ngga makan nantinya... dan jurusannya bisa digusur tuh dianggap ngga profitable lagi...” ya begitulah kompleks masalahnya...

you got my point ?
 

 ...apa pandangan anda dengan kerajinan / kriya yg mestinya bisa dikembangkan secara industri di Indonesia...?
Kembali ke jawaban pertanyaan nomer satu tadi, saya kira ini termasuk salah satu masalah yang paling real dalam konteks Indonesia: industri kerajinan (SMEs atau home Industry)

No doubt, skill pengerajin Indonesia itu luar biasa. Kelemahan yang saya lihat ada pada mereka terutama kurangnya knowledge tentang strategi pemasarannya, branding strategy-nya, innovasi desain dan materialnya, dan issue2 lain semacam paten, regulasi ekspor impor dan lain2.

Penelitian di bidang ini sebenernya juga sudah banyak saya kira, inisiatif2 workshop dan pelatihan saya juga tahu sudah ada dimana2, ... Intinya kesadaran tentang ini saya lihat sudah ada dan action-nya juga sudah real...

Anda tahu kita punya Dewan Design Nasional di bawah departemen perindustrian, yang diketuai Prof Widagdo, guru besar ITB. Mereka mengorganisir Indonesian Good Design award sejak 2002, jika anda lihat profil produk2 kerajinan yg dapat award... luar biasa !!... hasil karya desainer Indonesia tidak boleh diremehkan sebenarnya...

Saya juga pernah melihat hasil penelitian intensif Prof. Shujiro Urata, Ph.D, beliau peneliti JICA, yang menerbitkan Policy Reccomendation bagi promosi desain kerajinan di Indonesia sekitar tahun 2000 untuk kementrian perindustrian dan perdagangan waktu itu...dan juga saya tahu rekan2 di ITS Design Center Surabaya yang aktif meneliti dan mengorganisir workshop industri kecil dan kerajinan hinga ke wilayah2 pelosok Indonesia Timur, dll...

ya tinggal kita lihat saja hasilnya beberapa tahun kedepan... don't worry, they're working on it...

Meskipun saya sendiri secara khusus tidak terfokus mempelajari issue2 di bidang kerajinan, tapi saya melihat issue ini sangat relevan... dan bukan sesuatu yang baru dibahas hari ini melainkan sudah hampir dua dekade usianya,
dan saya melihat sudah cukup banyak rekan2 industrial designer Indonesia yang memilih memfokuskan diri pada masalah ini... 

Demikian Aris, semoga dapat menjawab pertanyaan anda....


salam,
Stevie
Strategic Product Development

  

Posted by stevie on Feb 1, '09 12:01 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini adalah foto-foto kenangan hari terakhir istri saya di Delft. Foto-foto ini diambil tepat sehari sebelum Siska kembali ke Indonesia. Hari terakhir kami diisi berputar putar kota tua Delft, mengunjungi dan melakukan dinner bersama sahabat-sahabat kami disini, baik itu teman-teman Belanda, Internasional, maupun teman-teman Indonesia. Sedangkan malamnya tentu diisi dengan momen-momen pribadi yang tentu foto-fotonya ngga akan saya upload disini....;-)

Sedih memang Siska harus balik lagi ke Indonesia, sementara saya masih harus berjuang meneruskan studi saya disini. Kamar saya pada malam-malam setelah istri saya pergi.. mendadak menjadi lebih mencekam dan lebih dingin dari biasanya......

Posted by stevie on Jan 31, '09 5:18 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Berikut ini sebagian dari foto-foto kenangan istri saya selama liburan kemaren di Belanda. Kota-kota yang sempat kami kunjungi, singgahi atau lewati dalam kurun waktu tiga minggu tersebut antara lain: Propinsi Zuid-Holland pada hari hari awal adalah: Delft ( ya iyalah....); Den Haag; Rijswijk; Rotterdam; dan Leiden.

Kemudian dengan bermodalkan tiket liburan 25 Euro ( tiket murah untuk dua orang mengelilingi seluruh Belanda dalam satu hari) kami mengunjungi Propinsi Noord-Holland: Haarlem (ibukota propinsi); Den Helder (kota paling ujung barat laut) dan Amsterdam & Schipol (yang sempat kami singgahi sampai lima kali selama liburan). Kemudian propinsi Utrecht, ke ibukotanya ya Utrecht dan juga Amersfoort. Kemudian kami lanjut ke propinsi Overijssel (di ibukotanya Zwolle) sebelum transit lanjut ke ujung paling utara Belanda : propinsi Friesland disini kami singgah di Leeuwarden (ibukota propinsi tersebut, disini penduduknya berbicara dengan bahasa Frisian bukan lagi Belanda), dari sana dengan menggunakan kereta Arriva (pertamakali sejak saya di Belanda) kami melanjutkan perjalanan menuju propinsi Groningen di ibukotanya Groningen, yang sudah dekat ke perbatasan Jerman Utara jika ingin melanjutkan perjalanan ke arah Bremen dan Hamburg

Sementara dalam kesempatan lain kami sempat mengunjungi Oudenbosch dan mampir di Dordrecht di propinsi Noord-Brabant (mengunjungi desa & berziarah ke makam salah satu kerabat istri saya disana, kisahnya klik disini : "Oudenbosch Story" )

Sebenarnya awalnya, mumpung momennya bagus, saya ingin menuntaskan perjalan saya mengelilingi Belanda dari ujung utara ke selatan, barat ke timur, namun karena waktu sangat terbatas maka niat tersebut tidak bisa terpenuhi dengan sempurna liburan lalu. Beberapa kota dalam list perjalanan kami yang akhirnya terpaksa tidak terkunjungi adalah antara lain: Enschede di propinsi Overijssel di ujung paling timur yang berbatasan dengan Jerman; kemudian propinsi Gelderland antara lain Nijmegen dan Wageningen (yang denger-denger saljunya pailing tebel selama musim dingin ini...); lalu di propinsi Noord Brabant antara lain: 's-Hertogenbosch (ibukota) dan Tilburg; kemudian propinsi Limburg di ujung paling selatan yaitu Venlo dan Maastricht yang berdekatan dengan Aachen-Jerman (sekolahnya bapak Habibie), dan juga menuju ke arah perbatasan dengan Luxembourg di selatan. Kemudian propinsi Zeeland yaitu kota Vlissingen di paling ujung barat daya. Di kawasan south dan north Holland yang belum terjelajahi antara lain: Schiedam; Kinderdijk dan Volendam. Oh ya propinsi Flevoland juga sama sekali belum tersentuh.

Mudah mudahan suatu saat ada kesempatan lagi dimana kami secara bersama-sama bisa mengunjungi kota-kota tersebut.

berikut silahkan dilhat2 aja foto2 nya...
Mohon maklum ya kalo banyak foto narsisnya.... karena emang istri saya suka difoto ;-)

Posted by stevie on Jan 30, '09 7:46 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini adalah sebagian foto detik-detik menjelang tahun baru 2009 lalu yang saya rayakan bersama istri di kota tua Delft. Banyak yang bertanya kenapa tahun ini saya rayakan di Delft kembali setelah tahun lalu juga saya merayakan tahun baru di Delft. Sebenarnya rencana semula kami ingin merayakan pergantian tahun di Amsterdam atau Rotterdam tempat acara puncak keramaian tahun baru di Belanda biasanya dipusatkan, namun karena udara waktu itu sangat dingin (minus 5 derajad), membuat istri saya enggan berada di udara terbuka berlama-lama hingga tengah malam. Seperti diketahui bahwa semua sistem transportasi Belanda berhenti total sejak pukul 20:00 malam hingga 02:00 pagi khusus pada malam tahun baru. Dengan pertimbangan itu kami memutuskan untuk merayakannya tidak jauh dari tempat tinggal kami... di kota tua Delft tercinta... sama seperti tahun lalu.
Silahkan ikuti kisahnya dalam foto-foto berikut....

Posted by stevie on Jan 30, '09 5:52 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Untuk kali kedua saya kembali mengunjungi Paris, namun kali ini saya bersama istri saya. Selain winter vacation, rencana kami juga adalah untuk berbulan madu yang tertunda ;-) ( uniknya sehari sebelum kami berangkat ke Paris.. kok ya pas ada acara TV yg membahas 10 tempat ter-romantis di dunia...nah Paris ini disebutkan berada di urutan kedua setelah Venice yang dinobatkan sebagai tempat paling romantis di dunia... jadi ngga salah kalau Paris memang sering digunakan sebagai tempat honeymoon... )

Namun.. sebenarnya niat kami yang utama itu adalah berziarah. Nah Istri saya ini dari dulu sangat mengagumi ketokohan Jeanne d'Arc (Joan of Arc) pahlawan wanita Prancis yang juga disucikan dalam tradisi Katolik. (Saking kagumnya putri kami pertama dulu hampir saja diberi nama Jeanne d'Arc oleh istri saya , saking saya aja yang ga setuju kalo anak saya pake nama yang terlalu ke barat-baratan... maka jadilah putri kami bernama Ayudya Delfti Maharani... jauh ya...)
Maka demikian tujuan kami yang utama sebenarnya adalah Katedral Notre Dame de Paris... bukan Eiffel....ataupun Disneyland Paris....

Kami sebenarnya sudah mengelilingi hampir 3/4 kota Paris yang luas itu...dengan menggunakan Metro Subway dan berjalan kaki kemana-mana... namun sayang udara begitu dingin dan tidak bersahabat...sehingga tidak terlalu banyak tempat yang kami singgahi dalam waktu lama....

Untuk foto-foto perjalanan saya ke Paris sebelumnya dapat lihat di sini: "My First Paris Trip"

Posted by stevie on Jan 28, '09 10:14 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Pada natal 2008 lalu, kami memutuskan berziarah ke Cologne [Koln] untuk merayakan christmas eve di salah satu katedral terbesar dan tertua di Eropa: Kölner Dom. Katedral ini merupakan salah satu situs penting dalam sejarah peradaban ke-Kristenan, berusia hampir 800 tahun dan dibangun selama 600 tahun lebih diatas reruntuhan situs peninggalan Romawi. Diyakini berdasarkan tradisi Katolik, gereja ini adalah makam three magi (tiga raja dari timur yang mengunjungi Kristus sewaktu lahir), setelah makamnya berpindah2 dari tanah Palestina ke Hagia Sofia, Konstantinopel, Katedral Milan, dan terakhir dipindahkan ke Cologne oleh Frederick Barbarossa pada tahun 1164.

Hingga kini situs ini dianggap sebagai salah satu situs ziarah Kristen yang populer, terbukti dengan digunakannya Katedral Koln sebagai tuan rumah perayaan Catholic World Youth Day 2005, yang dihadiri lebih dari sejuta peserta anak muda dari seluruh dunia (wikipedia).

Perayaan christmas eve di Kölner Dom dimulai pukul 23:00, saat pintu gerbang mulai dibuka diiringi choir mereka yang terkenal itu... hingga pukul 24:00 dimana Misa akan dimulai...
Suhu waktu itu sangat dingin berkisar minus 4-5 derajad. begitu pula di dalam bangunan gereja. Namun karena suasana begitu agung dan khidmat, kami bisa melupakan rasa dingin yang menusuk itu. Misa saat itu dipimpin langsung oleh Archbishop Cologne, dan beberapa Uskup konselebran dalam bahasa Jerman dan Latin. Gereja sebesar itu sedemikian penuh bahkan sampai tidak muat dan banyak pengunjung terpaksa harus berdiri di deret samping dan belakang gereja.

Namun saya salut suasana begitu tenang, sakral, khidmat dan agung. Koornya menggema dengan megah di gereja ini membuat saya merinding mengingatkan saya pada suasana di abad-abad pertengahan.

Mungkin ini pertamakali dalam hidup saya mengikuti upacara natal yang begitu agung dan sakral jauh dari pesta pora natal seperti biasanya...

Posted by stevie on Jan 28, '09 5:19 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sewaktu istri saya mengunjungi Belanda Desember yang lalu, salah satu agenda utamanya, sesuai pesan ayahnya, adalah mengunjung desa & makam salah satu opa Siska disana. Almarhum bernama Max Eduard Helling, meninggal Juni 2008 lalu. Dimakamkan di sebuah small village di selatan Belanda: Oudenbosch. Perjalanan kereta dari Delft kurang lebih 2.5 jam. Kami disana bertemu sahabat beliau, Opa Bodriesz, yang walaupun usianya sudah sangat lanjut (86 th) masih mampu dan bersedia mengantarkan kami ke makam. Suasana begitu haru. Saya teringat sebelum almarhum meninggal, beliau sempat menulis email kepada saya berjanji menjemput saya di bandara Schipol jika saya tiba di Belanda. namun setelah itu tidak ada kabar lagi dari beliau hingga akhirnya saya mendapat kabar dari Indonesia bahwa beliau telah wafat pada Juni tahun lalu karena komplikasi paru-paru. Setelah mengunjungi makam, kami sempat bertamu di panti jompo Aloysiushof tempat almarhum menghabiskan waktunya bersama sahabat-sahabatnya sebelum beliau meninggal dunia. Kami bertemu dan bercakap-cakap dengan mereka yang salah satunya juga dapat dengan fasih berbahasa Indonesia.
Setelah itu kami menghabiskan sisa waktu kami dengan berkeliling kota dan mengunjungi salah satu basilika disana yang terkenal dan merupakan replika / miniatur dari basilika St. Pieter Roma.

Posted by stevie on Jan 24, '09 8:32 PM for everyone
Berikut adalah catatan bagaimana saya akhirnya bisa memahami
pola berpikir ilmiah dan konsep berpikir rasional barat
tulisan ini saya buat sebagai refleksi pribadi atas learning process saya selama belajar di Eropa....
juga sebagai introduksi singkat terhadap metode2 pemikiran filsafat dan metode2 ilmiah
dalam konteks pemikiran barat yang kompleks
meskipun agak panjang...
saya coba paparkan secara sederhana, agar mudah dipahami....

Professor dan buah apel-nya
Saya teringat pada suatu ketika di dalam kelas...

ketika kami sedang membahas metode riset
untuk mempelajari konteks manusia dan konseptualisasi desain,
Professor saya tiba2 mengangkat tangannya yang sedang menggenggam buah apel
dan menjatuhkannya agak jauh didepannya...

beliau bertanya pada mahasiswanya...” what did you see?”  ... “can you tell me?”
Mahasiswa menyampaikan jawaban yang berbeda-beda...
“ anda menjatuhkan buah apel...”
“ anda melempar buah apel...”
“ anda sedang menguji sesuatu... hukum gravitasi, maybe?”
“ apel itu mungkin  terlepas dari tangan anda?”
“ apel itu moloncat dari tangan anda...?”
“ apel itu jatuh begitu saja ...”
“ maaf, saya tidak melihat apa-apa....tidak ada yang luar biasa...”
Dan masih banyak jawaban yang lain ...sampai ke hal-hal yang tidak masuk akal...

Professor saya tersenyum dan berkata...
"Let me tell you something,... semua jawaban kalian bisa ada benarnya ... bisa juga salah...”
Kami penasaran, dan professor tersebut lebih jauh menjelaskan demikian hubungan2 antara:
fakta – data – persepsi – interpretasi – informasi – asumsi – knowledge – wisdom 

demikian kemudian beliau menjelaskannya...
‘Fenomena’ yang anda lihat bahwa ada buah apel lepas dari tangan saya
...dan kemudian apel tersebut melayang di udara dan jatuh di tanah...
adalah ‘fakta’ yang ada ... that’s a fact

Anda menyaksikan fenomena ini...
Anda melihat dengan mata anda, dan sensasi visual ini yang sampai di otak anda adalah merupakan ‘data’ kualitatif
Otak anda secara otomatis kemudian  mempersepsi data ini dan anda secara alamiah membuat suatu ‘interpretasi’ (itu adalah proses cognitive),
interpretasi biasanya terbentuk dari asosiasi terhadap previous knowledge / experience seseorang (ingat prinsip psikologi Gestalt ?)
Interpretasi anda adalah: “Oh... professor sedang melempar buah apel...”
Ini adalah ‘interpretasi’ anda...(yang maaf, belum tentu benar... mungkin saja saya tidak melemparnya kan?)
Semua jawaban anda tadi adalah interpretasi anda...

Jika ini akan anda sampaikan pada orang lain, maka ini menjadi ‘informasi’
(sekali lagi belum tentu benar, karena informasi  adalah hasil ‘olahan’ interpretasi’ anda terhadap fakta yang ada yang anda sampaikan pada orang lain)

Setelah anda membuat ‘interpretasi’ dan menyampaikan ‘informasi’
Kemudian selanjutnya akan diikuti dengan proses reasoning
yang bertanya: “kenapa professor melempar apel?”
maka kemudian muncullah suatu ‘asumsi’,
‘asumsi’ anda adalah “professor melempar buah apel karena sedang marah”
Asumsi, adalah apa yang ‘anda yakini’ mungkin dapat menjelaskan interpretasi anda
(perhatikan bahwa ‘asumsi’ ini juga belum tentu benar....)
Sampai titik inilah yang kemudian selanjutnya akan membedakan antara proses berpikir rasional ilmiah dan tidak...

Pola berpikir rasional: metode pendekatan ilmiah
Berawal dari asumsi...
Seorang yang memiliki pola pikir ilmiah tidak akan puas berhenti pada asumsi...
Dia akan berusaha menguji asumsi ini akan ‘kebenarannya’
Asumsi ini dalam dunia riset biasanya disebut hipotesa
Hipotesa adalah suatu dugaan hubungan sebab akibat dari variabel2, yang masih perlu diuji kebenarannya.
Untuk menguji kebenaran asumsi, munculah yang namanya metodologi riset

Untuk mencari jawaban “mengapa professor ‘melempar’ apel?”
maka seseorang akan menguji Hipotesa tadi : “professor melempar apel... karena marah”
Apakah benar karena marah?....
atau apakah benar yang sedang terjadi adalah proses pelemparan, bukan jatuh ? dst.
Suatu kesengajaan atau ketidak sengajaan.... and why ?

Untuk itu, seseorang bisa melakukan observasi kualitatif atau metode2 kuantitatif lain
untuk mencari hubungan causal antara motivasi sang profesor dan fenomena jatuhnya buah apel tersebut.

Dari observasi yang berulang dan hasil penelitian yang metodenya talah teruji validitas-nya,
bisa kemudian akhirnya anda sampai pada kesimpulan
“ Professor ‘melempar’ buah apel... karena dia senang melakukannya..”

Karena secara ilmiah teruji validitasnya, maka kesimpulan ini akan menjadi knowledge.
Knowledge yang terjadi adalah...
“professor ‘mempunyai kesenangan melempar buah apel”

Apakah berhenti sampai disini ?
Ilmuwan tidak pernah berhenti puas pada satu kesimpulan
apabila tidak mengujinya kembali (kritik); mengembangkan (implementasi atau membuat teori2 derivative / turunan) ; atau bahkan menolaknya (mengusulkan teori alternatif)

begitulah budaya berpikir barat yang tumbuh di universitas-universitas...
(ini yang membedakan dengan sekolah tinggi, akademi, atau politeknik, mereka tidak pernah menanyakan asal usul teori... dan tidak pernah bertanya “why?” terhadap fenomena alam semesta, berikut teori2 yang berusaha menjelaskannya...orientasi mereka adalah: implementasi  )

hasil yang ada, timbullah beragam teori yang berhubungan dengan subject ini:
tergantung dari sudut pandang anda, persepi, interpretasi, asumsi awal dan metode ilmiah yang anda gunakan...
“professor ‘mempunyai kesenangan melempar2 buah apel”
“professor senang melempar buah apel ketika hendak menguji sebuah teori”
“apel jatuh dari tangan professor membuktikan adanya hukum gravitasi”
“ada hubungan sebab akibat antara pola emosional professor dan cara professor melemparkan buah apel”
“penggunaan buah apel dalam konteks ini, dikarenakan sang professor tidak suka memakannya”
“berdasarkan karakteristiknya, buah jeruk adalah alternatif lain yang cukup baik sebagai pengganti apel dalam eksperimen selanjutnya”...
Dan seterusnya...  begitulah dunia science

Semua teori ini valid.... semua teori ini (secara ilmiah) benar adanya
Semua teori ini memiliki argumentasi dan dapat diperdebatkan secara rasional
Teori2 ini semua adalah kemudian menjadi: knowledge / science
Knowledge adalah kemudian menjadi dasar dari apa yang diyakini, keyakinan / beliefs

Yang patut diingat adalah....

Mencari kebenaran absolut dari semua fenomena yang terjadi di alam adalah nyaris tidak mungkin...(walaupun sebagian over confidence scientist ada yang berpendapat... it might be possible... why not ?)
Meskipun belum tentu seratus persen benar (terutama dalam social science, dimana variabel yang ada demikian kompleks), cara berpikir ilmiah mampu menjelaskan fenomena yang terjadi mendekati kebenaran yang ada.... 
Metode ilmiah teruji berabad2 lamanya
dan terlihat nyata manifestasinya pada kemajuan peradaban manusia
Cara berpikir ilmiah adalah suatu metode pendekatan / approach yang obyektif

Tidak ada satupun teori science... apapun bidangnya
yang dapat mengklaim diri sebagai absolut
Bahkan ilmu pasti sekalipun...
Sebagai contoh, beberapa kali teori permodelan atom mengalami revisi.
Teori fisika klasik Newton, menjadi tidak relevan lagi pada kecepatan diatas kecepatan cahaya saat dipublikasikannya teori fisika Quantum...
Teori supply chain management tidak lagi menjadi pendekatan yang terbaik ketika muncul argumentasi teori value chain...
Teori ekonomi klasik versus teori ekonomi moneter, Sosialisme versus Kapitalisme...
Bahkan kini muncul perdebatan bahwa Pluto adalah bukan planet.... dan lain-lain
Itu hanya sebagian contoh sederhana...

Namun demikian...,
Pendekatan ilmiah dapat selalu melihat pola yang stabil (pattern) dari fenomena hubungan sebab akibat yang ada.
Sehingga Pattern ini dapat dipelajari untuk kemudian dapat reduplikasi, dikontrol, diprediksi, dan di-manage, untuk kepentingan kehidupan manusia....
Dari situlah muncul yang namanya teknologi, dan ilmu-ilmu science terapan, termasuk desain

Pola berpikir irasional
Lalu, bagaimana dengan mereka yang menggunakan pendekatan irasional ?
Juga berangkat  interpretasi ... dan cukup puas berhenti pada level  asumsi,
Asumsi yang dibuat dari interpretasi pribadi atau informasi dari pihak ketiga
cenderung berhenti pada asumsi yang telah ada... :
“ Professor saya melempar buah apel karena dia sedang marah”...

Bahkan tidak jarang muncul asumsi2 turunan (derivatif) yang lain semacam,
“Professor saya membenci buah apel”
“professor saya iseng, mungkin dia tidak punya pekerjaan lain..”
“professor saya marah karena sedang mempunyai masalah pribadi”
“buah apelnya tidak enak”
“jika professor sedang marah, apel meloncat dengan sendirinya dari tangan professor..”
Dan seterusnya...

Apakah asumsi ini benar ?,
Bisa saja benar... karena sifatnya lucky guess
Namun siapa yang bisa memastikan, karena tidak ada pengujian ilmiah untuk mendukung asumsi tersebut...

Bisa jadi asumsi tersebut malah sangat jauh dari kenyataan, juga tidak ada yang tahu...

Terkadang pola berpikir irasional juga cenderung meloncat
dari asumsi..... menjadi sesuatu yang diyakini / beliefs

Dengan kata lain, hal ini cenderung menjadi apa yang namanya mitos, tahayul, miskonsepsi, atau prasangka  yang semuanya memiliki konotasi negatif...
KeyakinanAgama termasuk dalam kategori ini, namun masih memiliki konotasi positif

Lebih parah lagi, jika hal itu menghantar pada pola pikir yang sempit
yang meyakini bahwa keyakinannya adalah absolut, dan pendekatan lain adalah salah
“ saya tidak mau tahu....pokoknya, saya yakin professor saya ‘melempar’ buah apel... karena dia sedang  ‘marah’... titik ! “
(perhatikanlah bahwa ‘statement’ ini berpotensi salah pada level interpretasi dan level asumsi)
Coba bandingkan dengan statement ini:
“ ..’Tuhan mengirim’ bencana alam kepada kita... karena ‘dosa dosa manusia’...”
Bisakah anda bedakan mana fakta... mana interpretasi... mana asumsi ?... itulah keyakinan

Budaya kebebasan berpikir dan berpikir kritis: Universitas !

Kultur barat memang tidak dapat dipungkiri
memberi kebebasan seluas-luasnya dalam budaya berpikir
Itu mengapa beragam aliran filsafat lahir dan berkembang bebas di barat demikian juga agama... meskipun terkadang satu dan lainnya dapat bertentangan secara ideologis....
Semua memiliki level yang sama...
Semua memiliki hak berpendapat dan berbicara yang sama...
Kebenaran masing2 adalah relatif dari individu yang meyakininya....
Semua hal dapat dikritisi... dan dapat diperdebatkan...

Dari proses ‘teamwork’ dengan rekan2 mahasiswa disini, saya banyak belajar
Bahwasannya ternyata, terhadap problem yang sama,
setiap mahasiswa bisa memiliki pemahaman dan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda...
Kadang hal itu masih mengejutkan saya....
Kadang saya merasa ide dan pemikiran saya adalah satu-satunya kemungkinan pemecahan
dan terheran-heran dengan cara berpikir yang terkadang diluar dugaan saya...
Itu mengapa saya jadi paham,
ketika mahasiswa melihat professor menjatuhkan apel... (dalam persepsi saya... professor ‘menjatuhkan’ apel)
Mahasiswa memberikan jawaban yang berbeda2....
Be creative is about thinking out of the box... mencoba melihat dari perspektif yang berbeda2

Ketika saya berdiskusi dengan professor saya atau rekan-rekan mahasiswa,
Saya begitu bersemangat mengungkapkan pendapat saya atau teori yang saya yakini sudah pasti benar, dan mudah dipahami...
namun pertanyaan ini masih saja sering saya dengar
Is it true? apa iya?
What is your argument?
Is it your assumption.. or do you have any refference...?
How can you prove that?
Why?...  How?
Why not this ... or that ...?
 
Hampir setiap pernyataan atau kalimat yang ditulis di paper pasti akan diteliti dengan cermat
Apakah itu interpretasi pribadi, asumsi sementara yang belum teruji, thesis (hipotesa yang telah teruji) atau statement yang telah  teruji yang berasal dari referensi lain...

Mereka telah terbiasa untuk selalu waspada pada jebakan kesalahan
dalam membuat interpretasi, menerima informasi dan menyatakan asumsi
...pada setiap apa yang mereka katakan atau tulis...

Itulah yang disebut dengan budaya berpikir kritis

Inilah yang mendasari konsep didirikannya lembaga Universitas
pertama kali di Eropa pada sekitar abad 9-10 M : budaya berpikir retoris, kritis, dan logis...
Mahasiswa Eropa dimasa lalu wajib mempelajari Gramatika (latin), Retorika, dan Dialektika / Logika adalah 3 keahlian dasar yang wajib dimiliki kaum scholars pada abad2 pertengahan (Trivium)
“kemampuan mengungkapkan pendapat, berdialog dan berargumentasi, dengan struktur tata bahasa yang baik dan benar, dan selalu didasari oleh logika” 
adalah spirit dasar akademia barat berabad2 lamanya
dan tradisinya masih dipertahankan hingga sekarang...
dan mewarnai kultur budaya mereka

Agama, Atheism dan Agnosticism

Sejak paham sekularisme kemudian mendominasi budaya berpikir barat...
agama pun telah kehilangan ‘absolutisme’ nya
dan menjadi bebas untuk dipertanyakan....

berdasarkan pemahaman itu,
Saya juga jadi mengerti
mengapa mereka juga bebas menggugat kebenaran agama
....mempertanyakan keberadaan Tuhan...
serta mendesakralisasi simbol2 agama...

meskipun bagi sebagian orang hal ini mungkin sulit diterima, terutama pada kultur timur,
namun dengan memahami konteks kultur pola pikir barat ini, saya menjadi paham....
dan saya tidak lagi memandangnya sebagai hal yang negatif

Semua tindakan manusia memang berdasarkan nilai2 yang dianutnya
dan..Nilai2 itu beragam adanya : plural
Perbedaan adalah... sifat alamiah yang melekat selamanya dalam diri manusia
Setiap individu itu unik – tidak satupun manusia itu identik
Manusia ‘by nature’ saling berusaha meyakinkan / mempengaruhi yang lain bahwa nilai yang diyakininya adalah yang terbaik...
 ‘Menyamakan persepsi’ adalah proses saling mempengaruhi secara ‘intelektual’... dialektika !
Jika menyatukannya adalah mustahil... terimalah perbedaan ini apa adanya : toleransi
Nilai yang baik bagi dirimu... belum tentu baik bagi orang lain...
Silahkan menjalankan apa yang kau yakini, asal tidak mengganggu nilai2 hidup bersama...
Tidak ada satupun nilai yang ‘absolut’

Begitupun Agama sekalipun,
mengandung juga banyak potensi kesalahan di level interpretasi dan asumsi
Itu mengapa agama tidak hanya satu,
demikian pula mengapa dalam satu agama terdapat beragam sekte dan mazhab
hal itu dikarenakan adanya perbedaan cara pandang dan interpretasi...
tidak satupun agama berhak mengklaim sebagai ‘absolut’

Bahkan seorang atheist-pun dalam konteks pemikiran mereka tidak pada tempatnya
....jika memaksakan prinsipnya... dan menyatakan bahwa atheisme adalah absolut
Atheisme... sama dengan agama...
adalah 'keyakinan' yang berpotensi terjebak pada level interpretasi dan asumsi..
...hipotesis mereka adalah... “there is no god...”  tanpa pembuktian lebih lanjut

Itu mengapa kini banyak ‘kaum tak percaya Tuhan’ kini cenderung menyebut dirinya ‘agnostik’
“ I don’t know whether god exists or not...  they both have insufficient argument about their belief... and it’s just out of my concern..”  demikian teman saya berkata pada saya...

Tapi justru dalam konteks pola pikir ini
di barat kebebasan beragama justru sangat dijunjung tinggi...
Setara dengan kebebasan untuk tidak beragama...
Orang bebas untuk percaya atau tidak percaya...
Orang bebas berpendapat dan berbuat apa saja atas dasar apa yang diyakininya...
selama dia tidak memaksakan kehendak, mengganggu ketertiban umum, menciptakan disharmoni, atau melakukan penyerangan secara fisik....
Konsep beradu dengan konsep
Verbal beradu dengan verbal
Kritik dengan hak jawab...

Saya selalu ingat kata-kata bijak ini dalam biografi Voltaire karya Evelyn Beatrice Hall
“ ... "I (may) disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it,"

juga mengingatkan saya juga pada comments yang ditulis Professor saya dalam salah satu assignment saya...
“ Personally, I might not agree with some of your strategic decission, but since you can use very good argumentation it was just fine for me...”
dan saya mendapat nilai cukup baik untuk paper tersebut, begitulah refleksi kebebasan berpikir dan berpendapat dalam kultur akademia barat.

Patut diingat...,
Pemaksaan kehendak, penyerangan fisik atas dasar perbedaan warna kulit atau nilai2 yang dianut,
Kecenderungan menguasai atau menyerang satu sama lain ... permusuhan ...dan
Kecenderungan pernyataan absolutisme agama dan nilai2 tertentu,
Juga masih saja terjadi di barat.... dan juga di semua belahan dunia lain...
Ini adalah sifat dasar manusia...  baik  atas dasar motif politis ataupun ekonomis..
bukan produk suatu kultur tertentu (barat atau timur) itu ada di semua budaya manusia...

Nilai-nilai yang saya uraikan diatas,
Adalah ‘visi’ yang tumbuh berkembang dari pemikiran para filsuf dan kaum akademia barat...
Dan demikian mempengaruhi sebagian besar pola pikir masyarakat barat... dan juga universal
Namun tidak berarti ini telah sempurna penerapannya
“manusia selalu berpotensi  jatuh dalam jebakan sifat2 insting alamiah dirinya..”
Namun setidaknya paradigma ini telah dapat berhasil mengontrol
dan menekan kecenderungan2 manusia untuk menjajah, dan membelenggu ‘kebebasan berpikir’ maupun ‘kebebasan fisik’ manusia2 lain ...
semua dilakukan dalam suatu proses dialog terbuka yang sehat, dalam kultur barat

Inti Menjadi Manusia Bijak
Mungkin contoh yang saya sampaikan sederhana,
Namun, ketika saya mencoba menyelami pola kebebasan berpikir barat yang rasional...,
Saya menjadi kemudian paham ajaran para filsuf, ilmuwan, para bijak, ataupun visioner yang lain sepanjang sejarah peradaban manusia........ yang pernah saya baca atau dengar sewaktu masih remaja dulu, tentang apa yang disebut ‘kebenaran’

Bahwasannya inti seseorang mengejar pendidikan tinggi... di universitas
Selain untuk menjadi pandai secara knowledge...
Adalah juga untuk menjadi bijak.....
“orang berpengetahuan, ada baiknya dia menjadi bijak”, demikian kutipan yang saya ingat
menjadi bijak itu adalah pilihan ...
sebab banyak manusia berpengetahuan... memilih jalan yang tidak bijak

Kebijaksanaan (wisdom) adalah proses pencarian kebenaran, dengan sadar sepenuhnya akan sifat relativitas-nya.... konteks-nya, dan perbedaan2 sudut pandang yang ada...

Orang disebut ‘bijaksana’ , karena dia bisa melihat dari sudut pandang orang lain...
bisa menjembatani perbedaan...

Bahwasannya tidak ada teori ataupun nilai2 yang memiliki sifat ‘kebenaran absolut’
Saya teringat suatu ketika professor saya mengatkan demikian...
“ ini buku teori yang harus kamu baca untuk mata kuliah ini, ... tapi bacalah pula referensi ini sebagai antidotnya... authornya sangat kritis terhadap teori yang kita gunakan... bacalah, dan buatlah suatu tinjauan kritis terhadap keduanya...”
Setiap sudut pandang / produk pemikiran manusia dapat dipertanyakan kebenarannya...
semua dapat mengandung potensi kesalahan di level interpretasi....atau  asumsi...
bahkan setiap pendekatan ilmiah-pun masih dapat dipertanyakan dan diperdebatkan...
apalagi hal-hal yang tidak menggunakan pendekatan ilmiah...

menjadi waspada....  akan jebakan ‘interpretasi’ ini
.... dan paham sepenuhnya akan hal ini....
akan membantu seseorang melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas...

seorang yang bijak akan lebih mudah melihat perbedaan2 yang ada dari sudut pandang yang lebih positif...
seorang yang bijak akan berpikiran terbuka dan menghindari pemikiran2 sempit
seorang bijak mampu melihat dari pesrpektif yang lain
seorang yang bijak dapat membedakan mana yang ‘fakta’ mana ‘interpretasi’... mana ‘asumsi’
seorang yang bijak... akan bisa melihat akar dari semua konflik manusia sebenarnya adalah adanya perbedaan sudut pandang pada level persepsi / interpretasi atau pada level asumsi... dan mencari alternatif terbaik dalam komunikasi menjembatani perbedaan2 itu

seorang yang bijak dapat menggunakan ‘knowledge’-nya untuk kebaikan dirinya dan orang lain...
seorang yang bijak sadar... inti dari ilmu adalah pencarian jawaban akan pertanyaaan2 esensial manusia, dan menggunakannya sebaik2nya untuk mencari solusi terbaik terhadap masalah2 manusia
seorang yang bijak sadar semakin banyak yang dia pelajari, semakin banyak yang dia tidak ketahui...
seorang yang bijak memandang segala sesuatu sebagai bagian dari proses dan tidak pernah berhenti belajar mengembangkan pribadinya
seorang yang bijak, sekalipun teguh dalam konsep spiritualnya akan menghindari absolutisme dalam keyakinan agama-nya
seorang yang bijak, akan mengatakan ‘kebenaran’ tanpa memaksakan ‘kebenaran’-nya

mengenai hal ini saya teringat suatu kutipan dari seorang guru...,

“bukanlah ‘kebenaran’ namanya jika kau mendengarnya dari orang lain...
dari orang tua... guru... bahkan para suci dan pemuka2 agama mu....
carilah suatu saat, dimana engkau tidak lagi dapat mendengar dari mereka...”
maka ‘kebenaran’ itu akan berbisik padamu di tengah keheningan...
maka kau akan  menemukan ‘kebenaran’ itu yang selama ini kaucari2...”

saya tutup renungan pribadi saya ini dengan suatu kisah klasik ini...
yang saya pernah baca bertahun2 lamanya saat saya masih remaja...
namun baru kini saya bisa memahami maknanya....

seorang murid datang menghadap sang guru...
“guru ajarlah saya tentang kebenaran”
“maaf saya tidak bisa mengajarkannya padamu.... carilah sendiri, maka kau akan menemukannya...” ujar sang guru...
Sang murid kecewa dan pergi...
.
...
Dia berjalan mengembara, menembus hutan, menyebrangi lautan, melintasi padang pasir
Mengunjungi tempat suci semua agama...
Akhirnya suatu saat dia terduduk, ditengah keputusasaan dan kelelahan...
Secara tiba tiba dia tersentak...
Dan pada saat itulah dia menemukan makna kebenaran yang sesungguhnya...

Delft,
Winter, 2009

Posted by stevie on Oct 12, '08 3:03 PM for everyone

Mungkin banyak orang yang tidak mengenal atau bahkan mungkin underestimate terhadap apa itu sebenernya profesi Industrial Design. Well, Itu tidak hanya terjadi di Indonesia yang notabene bukan negara industri tapi juga terkadang masih saja terjadi di Eropa, di wilayah di mana profesi ini terlahir.

Didorong hal itulah saya bermaksud membuat tulisan ‘quick and dirty introduction’ mengenai apa itu industrial design.
Karena mungkin materinya banyak, tulisan ini akan saya tulis pada beberapa tahap....

Mengapa Industrial Design itu penting ?

Cobalah sekarang anda mulai melihat dan mengamati produk yang anda gunakan sehari hari, mulai dari yang paling personal semacam Cell Phone, MP3Player, Laptop yang tengah anda gunakan, mouse yang sedang anda pegang, kursi kerja yang anda duduki, konstruksi lampu meja yang menyinari meja kerja anda, barang barang elektronik anda yang lain, coffeemaker anda dan home appliances anda yang lain, hingga mobil yang anda gunakan...

Mulailah anda kemudian merenungkan, dan bertanya pada diri sendiri,
mengapa saya suka atau tidak suka menggunakannya ?
mengapa saya membelinya ?

dan coba...renungkanlah pula
mengapa anda memilih membeli produk tersebut dibanding produk yang sama dari brand yang berbeda...apa yang sebenarnya membedakan?

apapun jawaban anda,
secara umum jawaban anda biasanya akan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Keunggulan teknologi (feature and function related), Keunggulan Harga (economic value related), dan Keunggulan Style (image & social related)... bukan demikian? 

OK, saya akan bahas peran seorang industrial designer di masing2 aspek tersebut...

Teknologi ?
“ ...Desain tidak penting, itu hanya bungkus-nya doang, bagi saya yang penting adalah teknologi yang didalamnya, ketika membeli produk...!” itu adalah jawaban umum yang sering saya dengar dari para technology minded person namun sangat naive.

OK,  Jika anda mengatakan memilih suatu produk berdasarkan teknologinya atau feature-nya.....Jika ...let say, anda membeli handphone,
pada kategori produk dan level fungsi yang sama, feature dan teknologi seperti apa yang anda maksud?

Secara umum teknologi handphone di pasaran untuk kategori yang sama memiliki muatan teknologi yang hampir sama bukan? Bahkan beberapa brand menggunakan base teknologi yang jelas-jelas serupa atau menggunakan chip dari supplier tier2 atau tier 3 yang sama.
Beberapa brand mobil terkemuka menggunakan engine block yang sama seperti yang dilakukan oleh Kia dan Hyundai, atau Mazda dan Ford... Toyota dan Daihatsu... dan bahkan jelas2 produk yang sama diberi label brand yang berbeda seperti Oce dan Minolta atau private2 labels yang kini sedang marak di pasaran...

Jika anda mempelajari bagaimana mekanisme Supply Chain dalam Business to Business pada suatu Industri Manufaktur / OEM bekerja secara global,
semakin anda akan menyadari bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan base teknologi yang mendasar antara satu brand dengan brand lain. Anda sebenarnya mengalami suatu halusinasi 'teknologi' yang dibuat oleh para marketer atau product strategists.

Anda mungkin memilih Sony dari Samsung, mengapa? karena keunggulan teknologinya ? well, tahukah anda bahwa sebagian besar produk produk Sony menggunakan chips yang di-manufactured oleh Samsung ? Mengapa anda memilih laptop Toshiba dibanding Acer ? mereka toh sama sama menggunakan chips Intel. Memory card dan hardisk dari supplier yang sama...
Tahukah anda berapa banyak komponen yang diproduksi oleh Thailand dan Indonesia yang dipakai pada motor anda, dan anda masih membanggakannya sebagai teknologi Jepang ? Berapa banyak brand-brand global terkemuka kini telah merelokasi fasilitas manufacturingnya berikut major subsystem suppliersnya ke negara2 Asia seperti Cina...dan India ?
Belum lagi kini tak terhitung banyaknya komponen produksi Cina yang kini diinstalasi pada brand2 produk terkemuka di Eropa...unbelievable?... tapi begitulah kenyataannya 

...Jadi, sebenernya bukan teknologinya ya.... lalu apa ??

OK. Mengapa anda hingga kini masih berasumsi bahwa satu kategori produk  yang sama dari brand yang berbeda memiliki keunggulan teknologi yang berbeda?
Brand image. !  Yes, Itu jawaban yang utama yang paling masuk akal . Brand Sony tentu lebih keren dibanding Samsung, Image Toyota tentu lebih OK punya dibanding Daihatsu dll...meskipun mereka menggunakan teknologi yang sama..?.....whatever..Ya, anda juga telah mengalami yang namanya halusinasi brand...secara sadar atau tidak...
Jawaban yang kedua yang lebih rasional, biasanya adalah ‘kombinasi dari feature2 teknologi yang ada dalam produk tersebut sesuai dengan selera atau kebutuhan spesifik anda’ : Yes...function ! . Dan anda mungkin saja akan berkata bahwa anda memilih Nokia karena menurut anda Nokia sangat mudah digunakan....dibandingkan brand lain : yes... usability !

sekarang apa yang saya sebut yang namanya halusinasi teknologi tadi sudah mulai makes sense... bukan ?

Lalu pertanyaannya bagaimana strategi membentuk suatu brand image? Bagaimana merancang konsep kombinasi feature yang sesuai dengan kebutuhan user? Bagaimana memahami dan merancang konsep usability yang appropriate bagi suatu gadget atau produk....?

Industrial designer lah yang akan memberikan jawabannya...

Saya kutip dari wikipedia tentang industrial designer sebagai berikut:
“….(indeed )they do not design the gears or motors that make machines move, or the circuits that control the movement, but they can affect technical aspects through usability design and form relationships. And usually, they partner with engineers and marketers, to identify and fulfil needs, wants and expectations…”

Pada kenyataanya di industri, siklus revolusi teknologi yang radikal itu berjalan lambat (untuk industri otomotif mungkin terjadi antara 5-10 tahun sekali),
yang terjadi biasanya adalah capacity upgrading dan minor facelift saja dari suatu inovasi teknologi.
Namun tuntutan persaingan dan perubahan yang terjadi di market berlangsung sangat dinamis dan cepat. Tuntutan selera dan trend cepat sekali berubah. Untuk bisa survive, company atau industri dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan perubahan cepat yang terjadi di pasar ini...

Lalu jika basic teknologi nya  tidak bisa berubah banyak,  apa yang harus diperbuat?
Biasanya yang dilakukan adalah yang namanya pengembangan konsep derivatif teknologi atau product variant...
Riset untuk pemahaman yang lebih baik akan konteks interaksi user dengan produk akan diintensifkan untuk menemukan kombinasi2 feature yang lebih baik... mengoptimalisasikan fungsi inovasi teknologi yang telah ada...

Facelift design untuk meng-improve image suatu produk juga adalah strategi yang umum dilakukan...  dengan muatan teknologi yang kurang lebih sama, suatu produk di-redesign kembali konsepnya, kombinasi feature nya di-improve, capacity nya di upgrade, dipoles dengan styling dan bahasa marketing yang indah, merancang event product launching yang atraktif dan men-generate market hype, maka...jadilah produk versi baru dan booming kembali dipasaran...
Begitulah mekanisme komersialisasi industri berlangsung....
dan begitulah pula strategi Nokia yang dirumuskan di research center-nya di Finlandia...

Dengan demikian anda bisa lihat secara nyata kini...bahwa sebenarnya bukan persaingan teknologi yang terjadi. Melainkan persaingan konsep produk, persaingan manifestasi dari konseptualisasi inovasi teknologi yang ada...yang tengah terjadi di pasaran...

Demikian anda lihat, betapa Industrial Design adalah merupakan ujung tombak yang sangat penting di medan pertempuran persaingan produk-produk industri di pasaran global...

Harga ?
Jika anda memilih suatu produk karena keunggulan harganya,
Pertanyaan saya, apakah yang sebenarnya membuat produk dengan teknologi dan feature yang sama bisa memiliki harga yang berbeda?
Menjawab pertanyaan ini memang tidak mudah sebenarnya, sebab pada kenyataannya penentuan strategi harga suatu produk itu meliputi banyak aspek yang kompleks. Product Pricing Strategy sendiri di kuliah saya merupakan topik yang paling complicated dan menurut professor saya tidak bisa diselesaikan dalam satu semester....

Namun sekali lagi hal ini tidak lepas dari yang namanya product & brand strategy.

Saya tidak akan membahas tentang hal itu terlalu jauh,
namun saya akan lebih menitik beratkan pada peran industrial designer dalam memungkinkan yang namanya low production cost terjadi.

Apa yang biasanya dilakukan ? optimalisasi design, melalui value engineering, optimalisasi bentuk dan sistem assembly suatu produk, metode perancangan intermodular part / part sharing dalam suatu produk, riset terhadap penerapan dan aplikasi material alternatif, penerapan konsep cradle to cradle atau recycleability suatu produk... dan bahkan metode reverse engineering adalah dirty trick (not reccommended) yang terkadang juga mereka lakukan...dan masih banyak lagi...
Merupakan sebagian dari metode yang digunakan industrial designer to make low production cost possible...

Sekalipun anda menginginkan produk yang affordable / murah, saya yakin anda tidak menginginkan produk murahan bukan?

Sekali lagi, industrial designer melalui product & brand strategy-nya dan melalui aplikasi dari optimalisasi2 desain yang sebut diatas akan memberikan solusinya.....

Image / Style ?
Beberapa dari anda yang mengatakan hal ini tidak terlalu penting bagi anda pribadi , mungkin silahkan anda berpikir kembali dan melihat secara obyektif bagaimana Image atau Style suatu produk berperan besar dalam proses pengambilan keputusan costumer ketika akan membeli suatu produk, dan bagaimana ini akan menentukan keberhasilan suatu produk di pasaran pada suatu level atau segmen tertentu. Terutama jika produk itu memiliki social-risk related yang tinggi, semacam mobil atau electronic gadgets.

Saya kira, tidak perlu membahas lebih jauh bagaimana peran industrial designer disini. Di domain ini jelas jelas peran industrial designer sangat obvious dan relevan...
 

Lima aspek dasar expertise area seorang Industrial Design

Saya teringat dulu, atasan saya suatu ketika bertanya pada mahasiswanya yang sedang asistensi Tugas Akhirnya, “... Kamu tahu ngga 5 ideologi dasar atau Pancasilanya desain produk...? ayo coba sebutkan...! ...
Mahasiswa ini kebingungan... dan tidak bisa menjawab apa-apa. Seorang mahasiswa yang akan lulus, namun tidak mengetahui aspek yang paling fundamental dari profesinya sebenarnya sangat memalukan...

Saya tulis kembali disini, as a conclusion, sebagai knowledge bagi mereka yang belum tahu dan pengingat bagi mereka yang sudah lupa

Dari pembahasan diatas, maka kita akan menyimpulkan 5 aspek expertise area  seorang industrial designer ketika merancang suatu produk industri sebagai berikut:

1.    Usability
adalah segala aspek yang berhubungan dengan interaksi antara produk dan user, kemudahan penggunaan suatu produk, fungsi dan utilitas-nya...
2.    Appearance
segala hal berhubungan dengan representasi fisik suatu produk dalam hal bentuk, proporsi, warna, tekstur, material dll.
3.    Maintenance
bagaimana produk ini digunakan, dan dirancang sedemikian rupa untuk kemudahan instalasi, maintenace dan replacing...
4.    Costs
seperti telah saya bahas sebelumya, ini adalah segala aspek yang berhubungan dengan bagaimana merancang suatu produk yang memiliki cost impact seminimal mungkin di tooling, manufacturing process dan assembly, serta recyclability-nya
5.    Communication / Marketability
hal ini berkaitan dengan manifestasi visual dari brand sebagai salah satu strategi marketability suatu produk di pasaran...dan bagaimana produk ini dapat diterima dengan baik pada target market yang dituju...

Industrial designer tidak sekedar membuat barang menjadi indah, tidak sekedar mendesain 'bungkus', bukan seniman... dan bukan pula technician...

we are Industrial Designers !
the most visual people in the world...
the genius who develops and optimizes left and right brain skill simultaneously
...
the creative individual who has sufficient artistic, and engineering knowledge to develop excellent products you use in your daily life
...
the experts who will solve your problems...and fulfill your needs through products
the conceptors & strategists who will make your product success in the business competition

we are professionals, never ...never underestimate us ....

Demikian tulisan saya semoga bermanfaat, lain kali saya sambung lebih jauh... kalau sempat....

Stevie
Strategic Product Development
Technische Universiteit Delft

 



Posted by stevie on Oct 4, '08 6:33 PM for everyone
Satu hari yang penuh cerita bersama mereka...

Dari stasiun ke stasiun...
Kira2 dua minggu lalu setelah kami melakukan presentasi pada klien kami di Assen, di daerah ujung utara Belanda dekat perbatasan Jerman, saya mengalami yang namanya chaos pada sistem transportasi di Belanda yang baru pertama kali saya lihat selama saya tinggal disini...

Ceritanya begini,
Dalam perjalanan pulang naik kereta dari Assen menuju Amersfoort, kami diberitahukan bahwa jaringan listrik bagi kereta mengalami kelumpuhan total antara Zwolle dan Amersfoort, sehingga semua penumpang diturunkan di Zwolle dan harus mengambil jalur memutar melalui Deventer. Suasana begitu chaos berdesak desakan karena hampir semua kereta dihentikan di stasiun Zwolle...
Jadwal kereta yang biasanya presisi, jadi tiba tiba ga menentu, Orang orang mulai gelisah, wajah2 kebingungan dan tampak semua sibuk menelpon melalui HP nya masing masing... stasiun begitu padat manusia dan suasananya sangat chaotic.

Sebelumnya pada pagi hari itu, si Barth teman saya anak Belanda itu sempat ngomong kalo dia benci banget naik kereta.
“Kamu tau Stevie, kereta di Belanda itu jelek sekali, gw benci banget naik kereta....mendingan naik mobil....I love car...”
Saya gak percaya.
“ Masa sih Barth, menurut gw tuh ya...sistem transportasi di Belanda ini excellent banget... lo ga pernah ke Indonesia sih...”
“... Yee, lo belum tau aja,... “ gitu kata Barth
Dan selanjutnya dia berusaha meyakinkan saya kalo sistem kereta di Belanda ini bobrok banget menurut dia... sementara saya masih aja ga percaya, dan menganggap Barth yang manja aja...

Pas sore mendadak ada kejadian kelumpuhan jaringan listrik ini...
Si Barth tampak begitu bahagia, dengan tatapan penuh kemenangan yang menyebalkan berujar ke saya...
“ Tuh gw bilang juga apa....kereta tuh ya gak asik asik banget... lo akhirnya merasakan juga kan... so kamu setuju sama gw sekarang?”
“ Iya deh..iya deh... lo bener ... ini semua pasti lo yang atur kan? untuk meyakinkan gw.... ok ok deh gw give up.... lo bener...” jawab saya asal...
si Barth tertawa terkekeh kekeh... sementara saya sudah sebal setengah mati dan capek terdampar di kota kota semacam Deventer, Apeldoorn, Amersfoort, Utrecht dan akhirnya Amsterdam secara tidak menentu...

Begitu nyampe di Amsterdam, kami memutuskan beristirahat sejenak setelah capek berdiri di kereta, dan stasiun2 selama hampir 5 jam

sebuah makanan peninggalan VOC...
Seperti biasanya kalo jalan sama temen2 ini maka tujuan utama adalah bar...
Berdasarakan rekomendasi si David, maka kami menuju sebuah bar yang ga jauh2 amat dari kawasan Red District... sebuah bar yang usianya sudah 400 tahun... didirikan sekitar tahun 1600 an... ketika orang2 ini masih getol2 nya berniat menjajah negara kita...

Disini si David ketemu dengan temennya seorang cewek Belanda yang sedang kuliah sastra di Amsterdam... akhirnya si cewek bergabung sama kita...

Puas minum di bar kami jalan jalan muter2 square lalu memutuskan cari tempat buat dinner... disini selain dinner mereka minum beer lagi. Saya yang sudah minum satu botol, satu kaleng Heinneken plus satu gelas beer ‘aneh’ di bar tua tadi udah ga sanggup lagi, mesen cola aja...
Berdasarkan rekomendasi Barth saya mesen makanan tipikal Belanda... namanya Hachett (mudah2an bener nulisnya). Disini perdebatan tentang asal usul makanan ini dimulai...
Kata cewek Dutch temen David tuh resep makanan benernya dari Belgia... tapi bumbu2 rempah2 dan cengkehnya diambil dari Oost Indie... lalu sekarang diakui sebagai makanan tradisionalnya Belanda...
Damn...” pikir saya...” ini makanan berasa banget nuansa VOC nya
Iya tuh kita ambil semua dari negara lo......” kata Barth tanpa rasa penyesalan sama sekali...
“... mestinya Oost Indie masih jadi wilayah Nederland...tuh.. ” lanjut Barth tega ....
Geblek ...ngomong yang lain napa...” ujar saya...berlagak sensi...
Yang lain pada tertawa.... “ Dasar londo edan...” batin saya

kisah seorang guru dan muridnya
Sepanjang dinner itu mulai deh si David melancarkan rayuan2 mautnya ke temen ceweknya tadi... dan tampaknya berhasil...
Beberapa kali kita melihat mereka mojok menjauh lalu cium2 an lamaaaa banget
Si Ricardo jadi pengen juga, lalu mulai nanya2 ke Barth dan Marjolein gimana cara2 nya pendekatan ke cewek2 Belanda... karena merasa jurus jurus Latinnya selama di Belanda ga mempan sama sekali...
Mulailah si Barth memberikan kuliah2 semalam suntuk bagaimana tips dan trik memenangkan hati cewek Belanda sesekali ditimpali oleh Marjolein...dan Ricardo menyimak dengan serius sambil sesekali mencatat di notes nya....
Sementara si David dengan teganya makin vulgar aja bercium ciuman di depan kita sampai basah semua...

Sehabis dinner, kami jalan lagi, kuliah khusus dan acara cium2 an itu berlangsung terus sembari keluar masuk bar sampai dua kali berturut2 dan bahkan sempat menghadiri satu festival dance di Amsterdam.
Nih anak-anak kuat banget minum beer-nya, saya aja hanya kuat minum satu beer di setiap tempat...sementara mereka paling ga minum minimal 3 gelas di tiap bar yang dikunjungi... total ada 5 tempat kita minum yang kita kunjungi sepanjang malam itu... saya minum 4 kali mereka 5 x rata-rata 3 gelas... 15 gelas.... gila mereka emang...

“ Stev, lo mesti coba bar ini, mereka nyediakan ‘Dutch vegetables'... tipikal Dutch banget gitu loh... lo mesti coba...” gitu tawar Barth di bar terakhir yang kami kunjungi...
Buset...apaan tuh Dutch vegetables...? ogah ah...mencurigakan”... saya udah curiga... yang jelas bukan sayuran biasa... Si Barth menolak jelasin sebelum saya mencoba... dan tentu saja saya menolak mencoba sesuatu yang ga jelas...perundingan soal 'Dutch vegetables' antara Belanda dan Indonesia tidak mengalami titik temu pada malam itu...

Selepas dari bar terakhir, Ricardo memutuskan mempraktekan teori2 yang didapat dari Barth, dan berdasarkan rekomendasi Barth dan Marjolein kami menuju Diskotik Paradiso yang konon katanya tempat favorit ABG2 londo dugem... dan banyak ABG2 bispak... begitu menurut Barth... Sementara David dan ceweknya telah menghilang entah kemana...
 
Jujur ini untuk pertamakali saya masuk diskotik di Amsterdam semenjak saya disini...
Saya ga terlalu menikmati suasananya sih, tapi okelah buat pengalaman...
ya namanya diskotik...Amsterdam pula, bisa dibayangin seperti apa suasananya
Disini kami ber ajub-ajub sampai jam 4 pagi, mereka minum lagi (edan) dan nambah sampai paling gak 5 kali... jadi total mereka minum kira2 20  gelas beer dalam semalam... sinting...
Ricardo dan Barth berkali kali mencoba approach beberapa cewek2 yang ada di Paradiso,  mulai cewek bule, asia, dan latin dicoba semua.....sementara saya dan Marjolein hanya terkekeh2 mengamati dari kejauhan...
Tampaknya, hingga diskotik hampir tutup... mereka ga berhasil dapet cewek seorangpun...

Dengan wajah lelah kami akhirnya pulang, kami putuskan naik taksi, mengingat sebagian dari kami udah setengah teler ngga kuat jalan kaki ke stasiun meskipun cuma 2 km...
Di kereta saya dengar Ricardo menggerutu...
Sialan David..., sekarang dia pasti lagi asik having sex entah dimana... sementara kita udah setengah teler sampe pagi ga dapet apa apa...huh..”
Iya nih, gw juga barusan di telpon sama cewek gw... dia marah besar karena gw sampe pagi blom balik.... kira2 ntar masih dapet jatah morning sex ga ya gw ....? “  timpal si Barth....
“ohh.. Barth... shut up ! ...lo teori doang...” kata Ricardo
Begitulah ‘guru’ dan ‘murid’ nya merenungi kegagalan malam itu, sementara saya dan Marjolein tertawa2 ngelihat semua itu....
 

 

Posted by stevie on Oct 4, '08 3:57 PM for everyone
Mungkin rada nelat postingnya, tapi gapapa lebih baik nelat daripada ga diposting ya kan..? Ini bagi temen temen yang ingin tahu gimana suasana bulan puasa dan lebaran di sini.

Sekedar catatan, puasa di Belanda bertepatan dengan penghujung summer dan awal autumn (musim gugur), yang artinya hari masih lebih panjang dari biasanya. Matahari terbit sekitar jam 5:30 pagi dan mulai terbenam sekitar jam 22:00 an... berangsur angsur memendek pada akhir bulan puasa, dimana matahari mulai terbenam pukul 20:30 an
Bisa dibayangkan betapa panjang dan melelahkan-nya menjalankan ibadah puasa di benua Eropa.

Seperti tradisi2 sebelumnya, setiap hari Jumat KBRI mengundang warga dan mahasiswa Indonesia yang bermukim di Belanda untuk berkumpul berbuka puasa bersama disana.
Pastinya kesempatan kayak begini ga akan dilewatkan begitu saja oleh para mahasiswa yang udah memendam rindu tak tertahankan terhadap masakan2 Indonesia... dan gratis pula...itu yang terpenting
Saya berkesempatan menghadiri acara buka puasa bersama di KBRI Den Haag 2 kali, yaitu Jumat pertama puasa dan Jumat terakhir puasa....

Hari Jumat Pertama
Jumat pertama buka puasa di KBRI cukup semarak, beberapa mahasiswa Indonesia yang baru datang tampak begitu antusias pengen tahu gimana sih rasanya buka puasa di KBRI... dan beberapa mahasiswa senior bujangan yang ganjen juga tampak antusias mengantarkan mahasiswi mahasiswi manis ini berbuka puasa di KBRI... singkatnya acara hari pertama ini penuh dengan nuansa ‘hidden agenda’ dari para senior yang sedang tebar pesona terhadap mahasiswi2 baru ini....hehehe

Saya ingat hidangan buka puasa hari pertama di KBRI tersebut adalah nasi rawon dan ayam goreng.... puas sekali, saya yang merasa sudah berabad abad tidak makan rawon sampe nambah dua kali...
Dan begitulah, maklum namanya juga mahasiswa, setelah makan kenyang pada mendadak menghilang semua... Sampai sampai koordinator acara pengajian ‘merayu rayu’ mahasiswa yang masih tersisa yang Muslim untuk ikut dalam acara pengajian... dan acara Tarawih yang digelar sesudahnya. Mulai dari bujukan halus, himbauan, hingga akhirnya ancaman untuk menutup semua pintu keluar kedutaan... hehehehe...
Tapi rombongan mahasiswa2 bandel dari Delft ini dengan sukses berhasil melewati gate security KBRI dan kabur keluar...

Hari Jumat Terakhir
Saya agak telat datang ke kedutaan di Den Haag, berhubung sebelumnya saya masih harus menghadiri appointment meeting dengan teman. Saya tiba saat sebagian besar tamu telah hampir selesai bersantap buka puasa. Hidangan malam itu berupa sayur lodeh, sate padang, ayam goreng dll... Baru saya hendak mulai makan, teman2 saya sudah ngajak kabur duluan....

“ Ayo Stev, kita sudah mau pulang nih,.. “
“ Wah bentar to, saya masih baru aja mulai makan... enak nih lodehnya...”
“..keburu gerbangnya ditutup... pengajiannya udah mau mulai nih...”
“...Yahh nanggung euy... sayang sate padangnya nih...”
“... Ya udah dimakan satenya aja gih....”
“...Trus lodehnya...?” saya masih ga rela
“... Ya udah kita tinggal ya.....”  temen saya udah mulai ga sabar
“ ...weitsss..... iya ya.... tunggu ...tunggu ...saya ikut....” buru buru saya telen itu sate ...
Walhasil agak ga puas malam terakhir buka puasa di KBRI...
Berhasil sampai diluar gerbang kita kehilangan satu temen rombongan kita, si Nicky yang hari itu adalah hari terakhir bersama kita, karena besoknya sudah mesti terbang ke New South Hampton, Inggris untuk melanjutkan studinya disana....
“ mana si Nicky...?”
“ Tadi katanya lagi bayar zakat sama panitia....”
“ Lama amat... itu bayar zakat apa ngantri minta zakat...”
Jadinya kita nungguin si Nicky sambil foto fotoan norak....

Acara foto norak tetap berlanjut dengan setting aneh2 mulai dari foto di tengah jalan raya... di tengah rel kereta dll... hingga kita jadi tontonan orang2 Belanda yang lagi lewat... "Indonesisch2 ini emang norak dan sinting..." gitu kali ya pikir mereka...

Trus acara dilanjutkan ‘dugem’ di Den Haag minum kopi di kafe-kafe trotoar jalanan... hingga nyaris pagi hari. Udara udah mulai dingin saat itu, beberapa kafe memasang heater berupa tungku2 arang di jalan jalan untuk menghangatkan udara...
Menyenangkan sekali menikmati suasana malam2 di Den Haag melihat tontonan musik jalanan, dan cewek cewek bule yang lewat...
Semua pada malam itu pada kompak ngutang sama Haji Bakir, yang besoknya pagi2 sekali dengan teganya mengirimkan tagihan ke email masing masing...













Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri di Belanda jatuh pada hari Selasa 30 September 2008. Dan bukan merupakan hari libur di Belanda, sehingga semua aktifitas berlangsung secara normal dan tidak terasa sama sekali suasana lebarannya...
Tidak seperti tahun lalu dimana pihak panitia tidak memperoleh ijin menggunakan lapangan bola Universitas buat Sholat Ied karena sedang dipake maen bola, maka tahun ini Sholat Ied dapat memperoleh ijinnya untuk dilaksanakan di Sport Centrum TU Delft.

Acara halal bihalal dengan warga Indonesia di Delft dilaksanakan pada tanggal 1 demikian pula acara di wisma Kedutaan Wassenaar
Sayang pada Hari raya Idul Fitri tsb, saya tidak bisa mengikuti rangkaian acara halal bihalal yang ada dan memberikan foto foto siaran pandangan mata, berhubung saya pada waktu itu tidak bisa bolos dari kegiatan perkuliahan yang penuh..... teganya oh teganya...

Untung sahabat saya Tantri mau berbaik hati membawakan saya sayur rebung dan rendang oleh oleh dari acara halal bihalal..... hehehehe 

Bagi semua teman, sahabat, saudara, kolega yang merayakan Idul Fitri, saya pribadi dan keluarga mengucapkan  selamat merayakan dan mohon maaf lahir dan batin kalau selama ini ada hal hal yang tidak berkenan...


Posted by stevie on Oct 3, '08 10:10 PM for everyone
MyT itu adalah nama team kami... ngga ada alasan atau filosofi khusus selain kami suka aja nama tersebut... meskipun prosesnya melalui brainstorming yang agak lama...hehehe..
MyT bisa jadi berasal dari Transportation, mengingat kami memilih memfokuskan diri pada solusi yang berkaitan dengan masalah2 transportasi... selain juga terdengar sebagai 'mighty'

Team kami terdiri dari tim lintas disiplin dan multikultural, karakteristik personalnya pun aneh-aneh. Tapi so far sangat menyenangkan bekerja bersama mereka dalam project ini, dan berharap selama satu semester kedepan semua dapat berlangsung dengan baik...

Saya perkenalkan masing2 anggota kami

Ricardo, yang mungkin adalah yang tertua di antara kami semua, dia telah memiliki pengalaman kerja selama 8 tahun lebih dan mengajar di sebuah universitas negeri di Columbia. Berlatar belakang Industrial Engineer serta telah memiliki gelar master di bidang Project Management lalu kini mengambil spesialisasi Master di bidang Strategic Automotive Design atas beasiswa Alban, salah satu beasiswa bergengsi bagi mahasiswa2 terpandai di Amerika Latin... dia adalah partner saya di beberapa project sebelumnya dan sahabat baik diluar kegiatan2 kampus... seorang Katolik Salesian yang taat dan Ricardo bertindak sebagai project leader di team kami...

Marjolein, adalah anak Belanda, wajahnya kadang mengingatkan saya pada pemeran di film Joan of Arc. dia bertindak sebagai product engineer di team kami. Terkadang suka tampak kurang percaya diri ketika menghadapi problem problem teknis, tapi dia cukup pandai dan kritis.
Seorang atheist sejati... yang mengaku tidak percaya pada Tuhan, kehidupan setelah mati dan hal hal yang tidak dapat dijelaskan secara scientific, tapi suka takut sama hantu kalo pas sendirian di rumah...hahahaha
Teman ngobrol yang menyenangkan, saya pernah ngobrol berjam2 sama dia di sebuah bar di Amsterdam mebicarakan segala hal... penampilannya kalem tapi kalo udah diajak dugem bisa heboh juga...
Dia tinggal di Rotterdam bareng pacarnya yang katanya berdarah campuran Indonesia...

Ana Laura, seorang gadis Portugis, product engineer dan architect lulusan dari Lisbon Portugal. Dia cewek yang sangat pandai memiliki karakter leader yang kuat, sangat ambisius dan suka mengikuti berbagai kompetisi. Hal yang menarik adalah di tubuhnya, terutama bagian punggung penuh dengan tato hampir seluruh punggungnya kalo ga salah....ga tau dadanya, saya belum pernah lihat hehehe... meskipun dia cewek dan usianya masih muda , kepribadiannya sangat cerdas, kuat, dan independen banyak memberikan inspirasi bagi saya.
Dia telah menguasai bahasa Belanda dengan baik, jauh dari saya padahal memulai kelas nya bersamaan, mungkin saya aja yang terlalu malas ya....
Saat ini dia hidup bersama pacarnya seorang mahasiswa Jerman yang mengaku pernah berkeliling Indonesia selama tiga bulan lebih, dan bisa berbicara bahasa Indonesia sedikit2....

David, dia aslinya berkewarganegaraan Columbia, tapi kabarnya keluarganya telah pindah di Prancis dan dia sendiri telah tinggal di Belanda selama lebih dari delapan tahun, oleh karena itu dia telah memiliki karakter Belanda yang lebih kuat dibanding karakter Latinnya... bahasa Belandanya juga sudah nyaris sempurna. Dia ini mengaku sebagai seorang agnostik, yang tidak berminat pada hal2 yang berhubungan dengan agama....Dia bertindak sebagai spesialis di bidang Human – Product Interaction. Dia sangat kritis dan pandai, aktif di beberapa riset dan sibuk bekerja untuk mendanai kuliahnya... Sebagai seorang interaction designer, dia ini gadget mania... alatnya banyak dan aneh-aneh. Orangnya cukup tampan dan punya pacar dimana mana... termasuk salah seorang cewek Belanda di Amsterdam yang dikunjungi rutin tiap weekend... David meskipun masih muda usianya namun telah berkeliling menjelajahi hampir semua pelosok dunia termasuk pernah berkunjung ke Indonesia sekitar tahun 2005 selama lebih dari dua bulan ke Jakarta, Jogja, Bali dan Lombok...

Barth, Kalau dulu saya biasanya memiliki rekan team anak Dutch yang baik baik, maka kali ini saya dapat rekan yang agak ‘nakal’. Anaknya baik dan lucu dan itu tadi juga agak ‘nakal’. Sukanya gangguin cewek, senang cari cewek cewek ABG yang lagi mabuk  di club dan mengencani selama semalam, dia juga mengajari saya beberapa kata jorok dalam bahasa Belanda. Kalo diperhatikan setiap hari Senen pasti di lehernya banyak bekas spot spot merah...menunjukkan betapa produktifnya dia beraktifitas selama weekend. Kini dia secara intensif mengajari saya dan Ricardo tips dan trik bagaimana pedekate dengan cewek-cewek Belanda... tipsnya sangat bermanfaat, kapan kapan saya sharing di blog...oh ya dia juga berminat dengan cewek2 Indonesia, menanyakan pada saya apakah ada cewek2 Indonesia yang bisa diajak kencan semalam...oops... hati hati ya
Dia berpendapat bahwa Belgia dan Indonesia itu seharusnya masih masuk wilayah-nya Belanda.... pendapat yang menyebalkan tapi lucu lucu aja kalo cuma buat becanda....
Tapi bagaimanapun juga dia ini teman yang baik dan menyenangkan. Dia telah memiliki seorang cewek di Leiden...
Oh ya dia ini adalah seorang calon automotive designer.... selain dia juga sedang melanjutkan studi master di bidang ekonomi di Rotterdam sekolahnya Bung Hatta dulu....


Posted by stevie on Oct 3, '08 9:28 PM for everyone
Integral Design Project
Pada tahun terakhir sebelum kami memasuki fase graduation project, maka kami disini diwajibkan untuk mengambil Integral Design Project (IDP).
IDP adalah suatu mata kuliah profesi wajib merupakan suatu project mahasiswa lintas disiplin ilmu atau lintas spesialisasi untuk menyelesaikan problem sebuah company, mulai dari strategi perencanaan, desain, hingga prototyping atau implementasinya di industri.


Project yang dikerjakan adalah project2 real. Untuk itu maka company diwajibkan membayar ‘professional fee’ sebesar 5000 euro kepada university. Program kerjasama ini merupakan program saling menguntungkan yang terbangun baik antara universitas2 di Eropa dan industri industri yang ada.

Dalam project ini, kami bekerja secara independen, dengan didampingi seorang profesor sebagai mentor yang mengawasi perkembangan proyek kami dan menerima semua report kami, serta seorang professor bertindak sebagai penguji.

Demi kelancaran  dan kenyamanan pekerjaan kami, maka university menyediakan fasilitas kepada kami berupa ‘small office’ lengkap dengan fasilitas layaknya office, komputer, meja meeting, locker, telpon. Kami berhak mengatur sendiri dan menggunakan fasilitas tersebut sebaik2nya demi kelancaran proyek kami, serta semua biaya operasional akan diganti oleh university sebesar 500 euro per team.
Tampak di foto adalah suasana beberapa 'office' yang ada






Bagaimana kami memperoleh proyek?
Diawal semester sebenarnya university telah menyediakan list company beserta projectnya. Beberapa project sangat prestisius, sementara yang lain biasa aja. Untuk itu semua tim wajib membuat proposal terhadap project preference masing2 serta argumen yang meyakinkan mengapa tim mereka layak mendapatkan proyek tersebut dibanding tim lain...
dan tentunya keputusan terakhir dari dewan koordinator project yang akan menentukan siapa mendapat project apa.

Bagi mereka yang berminat mengambil project di luar negeri, sebaiknya telah membentuk tim jauh-jauh hari sebelumnya, serta mencari project sendiri dan memberitahukannya pada koordinator project. Beberapa tim memperoleh project2 Base of Pyramid baik di India, Ghana ataupun Vietnam....

Team kami
Team kami sebenarnya telah terbentuk semester lalu, karena pada awalnya kami termotivasi hendak mengejar sebuah proyek produksi incubator di Uganda. Kami berhasil mendapat project tersebut melalui kontak intensif dengan salah seorang professor di Fakultas Manajemen Teknologi. Namun di saat saat terakhir terdapat beberapa pertimbangan yang tidak memungkinkan saya dan salah seorang rekan untuk berpergian ke Afrika dikarenakan kami masih terikat kewajiban dengan scholarship provider kami masing2 yang tidak mengijinkan kami meninggalkan kuliah / negeri Belanda selama lebih dari 3 bulan....

Akhirnya team kami di reshuffle dan salah seorang rekan pindah ke team lain yang mengerjakan project dari Sony Ericsson. Sementara sisanya tetap didalam team mengerjakan project automotive dari sebuah company / karoseri di Belanda, dikarenakan kami memiliki 2 orang anggota yang mengambil spesialisasi di bidang automotive...

Untuk mengetahui lebih jauh tentang tim kami silahkan kilik disini




Bagaimana Kami me-Manage Project ?
Seperti telah dikatakan sebelumnya, semua hal kami manage secara independen. University hanya menyediakan client dan fasilitas, serta project milestones yang dibagi tiga tahap, dan kriteria assesment, sisanya terserah kita.
Mulai dari mengontak klien, meng-arrange meeting dengan klien, memilih metode atau approach yang kita gunakan, mengatur schedule kerja, mengatur jadwal internal meeting dan presentasi, semua dilakukan secara independen, sang professor hanya mengawasi progress kami dan memberi masukan seperlunya...
Sangat menarik, dan menantang, bisa dibayangkan mahasiswa Belanda rata2 usianya baru antara 22 – 23 tahun ketika mengerjakan proyek ini... tapi mereka sudah begitu professional dan independen...




Foto foto ini adalah ilustrasi suasana ketika kami sedang melakukan meeting intensif untuk menentukan framework,  fase proyek, metode, tools  dan approach yang akan kami gunakan untuk memberikan solusi pada klien kami...

Saat ini saya masih belum bisa bercerita secara detil tentang apa yang kami kerjakan sebab masih dalam progress, dan beberapa informasi masih bersifat  confidential...

Dalam tahap tahap awal, maka kami yang mengambil spesialisasi di bidang strategic product development lebih banyak berperan untuk menentukan arah dan strategi pengembangan produk dan me-manage keseluruhan proses, sementara para designer dan engineer akan lebih berperan pada dua fase berikutnya yaitu konseptualisasi desain dan prototyping pada tahap akhir


Posted by stevie on Sep 8, '08 5:07 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Beberapa temen2 tanya ke saya, apa sih yang dikerjakan seorang PhD student di bidang Industrial Design...? Saya jawab dengan foto foto aja. Ini foto diambil pada waktu even PhD day di TU Delft. Di hari itu diisi dengan presentasi dan exhibition para kandidat PhD dari 3 universitas teknik ternama di Belanda : TU Delft; TU Eindhoven dan Univ. Twente. Para kandidat melakukan presentasi program riset-nya di tempat terbuka di tengah tengah bangunan kampus dan dapat disaksikan oleh siapa saja. Tak jauh dari situ tersedia stan stan yang menampilkan poster program penelitian mereka, dan tanya jawab terbuka bagi siapa saja yang berminat. Kalau anda lihat di contoh2 riset mereka, maka dapat dilihat bahwa seorang PhD akan lebih terfokus pada riset riset teoritis pada aspek2 yang lebih spesifik di dalam proses perancangan produk... selamat menikmati...


MySpace Tracker

Posted by stevie on Sep 7, '08 10:30 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Membuang sebagian kenang2-an manis di semester lalu,
kali ini saya mau bercerita tentang grup saya di kelas Design Strategy Project kemaren. Nama grup kami ini Heartbeat. Setelah hampir setahun disini saya sudah bekerja dengan paling tidak 10 team yang berbeda yang terdiri dari beragam nationality mulai all Dutch students, mixed sampai yang all International students, namun team Heartbeat ini adalah salah satu yang team terbaik yang pernah saya miliki. Team Heartbeat ini hampir semuanya terdiri dari anak anak Belanda, kecuali saya dan seorang rekan dari Amerika Latin.
Design Strategy Project, adalah salah satu mata kuliah profesi terpenting di program kami. Disini kami akan di-assigned di sebuah company untuk bekerja memberikan solusi terhadap masalah yang mereka miliki melalui pendekatan Strategic Design. Dan tim2 yang terbentuk dari student yang ada akan bekerja dalam iklim kompetisi, dimana pemenangnya akan mendapat hadiah khusus, atau tawaran internship / bekerja di company tersebut.

Kebetulan kali ini, Philips adalah company yang menjadi client kami. Dari seluruh student yang ada, dibentuk 14 team dan 1 team Manajemen Desain. 14 team dibagi lagi menjadi 3 area bidang kerja divisi yang dimiliki Philips: Lighting, Lifestyle (Domestic Appliances), dan Healthcare. 14 Team ini akan berkompetisi di bidang areanya masing masing untuk memberikan solusi terbaik bagi klien kami. Sementara 1 team student yang bertugas sebagai Manajemen Desain berperan sebagai team yang me-manage kesuluruhan project, meng-assist professor kami dalam menyusun program dll, serta mengurusi kontak dengan klien, menyiapkan logistik apabila kami harus berpergian untuk presentasi kepada klien dsb. Intinya tim ini terdiri dari mereka yang lebih senang bekerja menjadi manajer instead of designer. Heartbeat memilih bekerja di sektor healthcare, karena 2 orang anggota kami mengambil spesialisasi di Medical Equipment Design: Hanneke yang putri seorang huisartz (dokter) dan Susan.

Awalnya ketika kami membentuk grup Heartbeat ini, saya sedikit pesimis, mengingat sebagian besar anggotanya bukan termasuk excellent student di kelas kami. Saya pesimis kami akan berhasil apalagi memenangkan kompetisi...
Tapi ada satu kesan awal yang saya tidak bisa lupa, saya happy bekerja dalam satu tim dengan mereka, mereka baik2 dan tidak se-kaku rekan2 Dutch saya di tim yang lain. Kami sering melakukan kegiatan2 diluar akademik, seperti dinner bersama di restoran, minum beer di bar, atau masak bersama di rumah salah satu dari kami...
Saya sampai berpikir, udahlah ga papa seandainya kita ga menang di kompetisi ini, but at least saya mendapatkan sahabat-sahabat baru yang menyenangkan dan baik...

“...We zijn blij... “ atau “mit liebe arbeiten” (yg ini german proverb)... artinya kita happy... kita bekerja dengan cinta itu mottonya... Frans salah satu member kami, yg kami angkat sebagai team coordinator menerapkan apa yang dia pelajari di kuliahnya di Project Management dengan baik: “ people first “ baru project. Pas awal2 dia selalu berkata, “ yes indeed we are group, but we are not a team yet... let’s go having some fun first...”. Instead of ngomongin yang serius pada minggu2 awal, kami lebih sering melakukan dinner dll... dan it works...kami jadi semakin akrab satu sama lain, selalu diisi becanda, dan bekerja dengan senang hati... secara alamiah iklim teamwork yang sehat perlahan terbentuk. Meskipun sempat terjadi cinta lokasi dgn salah seorang team member dll, sebagai konsekwensi dari keakraban dan intensitas aktifitas yang tinggi, tapi begitulah proses yang menyenangkan yang terjadi di team kami

Hasil akhirnya cukup mencengangkan, beyond our expectation, kami berhasil menjadi juara di kategori Healthcare, meskipun tidak menjadi juara umum. (selisih score kami juga tipis. Kami mendapat 8.8, sementara team juara umum 9.0) Juara umum direbut team Kansei yang bekerja di divisi Lighting group, dimana mereka akan mendapat project untuk memamerkan karya mereka di simplicity event Moscow Russia. Untuk kategori Lifestyle dimenangkan oleh team Owl dengan jargon awalnya ‘craddle to craddle’ design (Design for Sustainability). Mereka akan diminta membantu team R&D Philips di London Inggris. Sementara kami akan membantu R&D Healthcare di Eindhoven... Kami menutup semester kemaren dengan melakukan dinner bersama di salah satu Columbian restaurant di Den Haag.

What is the moral of the story ? Manajemen teamworking yang baik itu adalah kunci prestasi dari suatu teamwork, bukan kehebatan individual. Selama setiap anggota tim itu happy bekerja dalam tim tersebut, maka dia akan by nature mengerjakan apa yang terbaik yang dia miliki untuk timnya. Bekerja dengan senang tanpa beban justru menghasilkan hasil diluar dugaan kami... .en..ja naturlijk, we zijn blij !!


MySpace Tracker


Posted by stevie on Sep 6, '08 9:33 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Terlepas dari kesannya yang selalu logis dan rasional, bangsa Belanda ternyata punya sisi irasional-nya juga lho. Salah satunya nih menurut saya, adalah festival Koninginnedag & Koninginnenacht. Bagaimana ga irasional coba bayangin aja dua hari berturut-turut libur nasional cuma untuk merayakan hari ulang tahun ratunya, dengan perayaan besar2 an di seluruh kota kota besar di Belanda, dengan menutup semua jalan raya, menonaktifkan semua sistem transportasi kota kecuali kereta intercity. Semua public space dan jalanan hari itu khusus diperuntukkan bagi penduduk Belanda yang ingin berhamburan keluar berpesta di jalan-jalan kota.

Hari itu sebenernya didedikasikan untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Juliana. Ratu Beatrix (ratu yang sekarang) yang meskipun dilahirkan di bulan Januari juga ikut merayakan hari ulang tahunnya secara resmi di tanggal ini…. aneh kan…?

Perayaan dimulai pada tanggal 29 April disebut Koninginnenacht, karena dirayakan sampai semalam suntuk hingga 30 April pagi (Koninginnedag), yang hari itu akan berlangsung sejak pagi hingga sore hari… karena sore harinya jalan jalan sudah dibersihkan untuk dibuka kembali pada esoknya.

Pada tanggal 29 April saya dan teman2 memilih merayakan Koninginnenacht di Dan Haag, dimana malam tersebut beberapa panggung hiburan massa yang menarik akan dikonsentrasikan di beberapa tempat di seluruh kota Den Haag. Mulai dari panggung musik Rock, Pop, Jazz, dan tak ketinggalan favoritnya orang Belanda : musik Ajub Ajub … yang diiringi musik dugem live di jalan jalan dari para DJ terkemuka di Belanda…

Saya dan teman teman memilih bergerombol menonton di Spuiplein tempat dimana salah satu grup musik anak2 muda Belanda dari Utrecht akan manggung. “Leaf” nama grupnya. Ini salah satu contoh lagunya yang saya lumayan suka banget... ada di Youtube, coba cek aja di : http://www.youtube.com/watch?v=RDFTlw3BfTM&feature=related
Malamnya saya ikut di kerumunan penggemar musik ajub-ajub hingga dinihari. Senang sekali melihat cewek cewek mabuk di jalan jalan...

Pada tanggal 30 April esoknya kami memilih pergi ke Amsterdam dan menyaksikan langsung pesta gila-gilaan di jalanan….terbesar yang pernah saya lihat sepanjang sejarah hidup saya. Semua berkostum oranye, warna keluarga kerajaan Belanda (House of Orange Nassau) dan beberapa gadis juga berdandan ala ratu… cantik cantik. Banyak juga yang memakai kostum konyol konyol ala supporter bola dll.

Suasananya benar benar heboh, menakjubkan sekali orang orang bermabuk mabukan di jalan-jalan, berdansa dengan bebasnya, kegembiraan dimana2 tidak cuma di jalan, tapi sungai sungai juga dipenuhi manusia dan perahu2. dan tidak ketinggalan bau aroma ganja / cannabis / kokain merebak kemana mana…. saya sampai pusing sendiri mencium aromanya…
Coba aja lihat foto-fotonya dan cerita di dalamnya…….


MySpace Tracker

Posted by stevie on Sep 3, '08 7:50 PM for everyone
Mengawali semester ini saya dapat kiriman lagu spesial dari temen. " Supaya inget kalo kamu lagi kuliah nih...supaya berasa spiritnya.." gitu kata dia. Hahaha tapi beneran lagu ini bener bener bikin saya merinding loh... mengingatkan saya pas wisuda dulu, choir-nya bener2 bagus... bisa bener2 berasa banget kekhidmatan dan wibawa akademiknya.... Ini versi Gaudeamus Igitur terbaik yang pernah saya denger...gimana ga merinding, kebayang aja lagu ini udah dinyanyikan sejak abad 12 di universitas2 di Eropa sini dan kini juga ditiru sebagai tradisi di sebagian besar universitas di dunia termasuk Indonesia... " Vivat academia...vivat professores..." dengerin sendiri aja deh...

Ini teks lengkapnya (ini potongan dari versi panjangnya):

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quodlibet
Vivant membra quaelibet
Semper sint in flore.
Gaudeamus igitur   

Posted by stevie on Aug 24, '08 4:52 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Setelah menghadiri acara StuNed Day di KBRI, mumpung kami masih di Den Haag, saya dan beberapa teman memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pasar Malam Besar di Den Haag.
Even ini adalah even festival budaya dan makanan Indonesia tahunan terbesar yang pernah diadakan di Belanda, karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun Pasar Malam Besar tsb pertama kali diadakan di Belanda. Saya sedikit beruntung karena berada di Belanda tepat di peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, dan sekaligus peringatan 50 tahun pasar malam disini... meskipun kedua even ini tidak ada hubungannya.

“ Datanglah kalian ke Pasar Malam Besar Den Haag.... kalian akan lihat sendiri betapa budaya kita dihargai sekali disini...oh ya dan jangan lupa mampir di stan sate saya disana...” Halah...ujung2nya.....hahahaha, begitulah promosi dari rekan kami Anggara yang mantan ketua PPI Delft dan telah menetap di Belanda selama 7 tahun.

Tapi Anggara tidak mengada-ada, untuk pertamakali semenjak saya tingal disini saya bisa terheran-heran melihat betapa antusiasnya orang Belanda terhadap segala hal yang berbau Indonesia disana... Pasar malam ini penuh sesak orang Belanda meskipun telah dua minggu diadakan disana. Hal ini membuat saya sedikit menjadi bangga sebagai orang Indonesia di sana. Hal ini kontras dengan pengalaman saya selama kuliah di Technische Universiteit Delft yang banyak bertemu dengan tipikal student Belanda yang arogan, sombong dan memandang remeh student dari Asia terutama...

Ada hal lain yang membuat saya terkesan adalah stan fotografi klasik dengan tema “Portret van Een Vergeten Oermoeder”, artinya kurang lebih : potret dari ‘ibu-ibu’ kita yang terlupakan. Disana ditulis sederet nama seperti: Parijem, Sadinah, Kardinah, Djoemiha, dll.... singkatnya di dalam stan ini bercerita tentang fakta sejarah bahwa pada masa kolonialisme dulu selama 350 tahun banyak pria-pria Belanda menikahi ‘njai’ para wanita asli indonesia, yang kemudian banyak dari keturunan mereka dibawa kembali ke Belanda hingga beranak pinak sampai generasi sekarang. Jumlah ini tidaklah sedikit. Sehingga dapat dikatakan banyak orang Belanda yang sebenarnya dalam darah mereka mengalir darah-darah orang Indonesia. Jadi diingatkan bagi genereasi muda Belanda, agar tidak melupakan ‘ibu-ibu’ mereka ini... Pada saat itu ada seorang wanita bule memperhatikan deretan nama2 itu, lalu dia berkata pada anaknya, “...itu nama nenek dari nenek saya...” wajah ibu ini bule asli tidak ada wajah indo sama sekali... saya terharu melihat ini..., saking terkesannya saya foto beberapa foto yang dipresentasikan dalam corner tersebut

Lelah berjalan2, kami memutuskan untuk mencoba salah satu makanan Indonesia disana. Waroeng Soerabaja, demikian nama warungnya. Kami memilih makan mie ajam bakso dan es cendol. Mahal sekali, total habis 15 euro per orang, 200 ribu rupiah kurang lebih kalau dikurskan.

Duduk sebelah saya di warung tsb seorang laki2 tua Belanda dan istrinya, dari tadi dia melihat saya terus, saya balas dengan senyum. Lalu dia mencoba mengawali percakapan, dia bertanya sopan sekali pada saya dalam bahasa Belanda : “Waar komt u vandaan... ?” , “ Ik kom uit Indonesie, meneer ”, jawab saya balik dengan sopan. Dia tersenyum melanjutkan...” Ik begrijp het... maar ik bedoel.. in welke stad ..?” ...”Soerabaja, meneer” jawab saya lagi... lalu dia mulai ngomong cepat sekali dalam bahasa Belanda yang sulit saya tangkap, saya segera jawab, “Meneer, het spijt me, ik heb Nederlands geleerd, maar mijn Nederlands is niet dat goed... U spreekt te snel.. ”,... “Aha,..geen probleem, saya bisa berbicara bahasa Indonesia...” *gubrak* hahaha tau gitu dari tadi ngomong bahasa Indonesia napa...?

Tapi begitulah kami jadi ngobrol sambil makan, bahasa Indonesianya sangat fasih, namun karena kasihan istrinya tidak mengerti bahasa Indonesia, kami akhirnya ngobrol dalam bahasa Inggris...Beliau lahir dan besar di Indonesia, di Sukabumi tepatnya, ayahnya seorang polisi Belanda yang bertugas disana semasa kolonial... dia berkata lagi neneknya adalah orang Indonesia asli... Saya menatap wajah opa ini setengah tidak percaya, masalahnya tidak ada tampang Indonesia-nya sama sekali, tapi setelah melihat stan foto tadi saya jadi percaya.

Dia bercerita hampir semua wilayah Indonesia dia pernah jelajahi semasa muda karena ayahnya berpindah2 tugas. Dia masih punya seorang saudara di NTT yang menikah dengan pribumi disana...Dia bilang dia mencintai Indonesia seperti tanah air sendiri, namun dia harus ‘terusir’ dari Indonesia selama masa perang 1945-1949, sehingga akhirnya memutuskan kembali ke Belanda dan menetap di Den Helder. Dia mengungkapakan ingin kembali ke Indonesia mengunjungi tanah kelahirannya sebelum dia meninggal, namun kini dia sudah terlalu tua dan tidak punya banyak uang dari pensiunannya untuk kembali ke sana... saya jadi terharu...

Selesai makan kami berpisah, dia melihat lembar program acara di tangannya lalu berkata girang pada istrinya....” Kijk (lihat), ada pertunjukan dangdut dari Batavia....ayo kita nonton ” katanya antusias... istrinya pun antusias... saya hanya bisa tersenyum menggeleng2 kan kepala.... melihat pasangan Belanda tua ini berjalan bergandengan terbongkok2 dengan antusias ke panggung pertunjukan dangdut.... pengalaman ini sungguh sangat menyentuh saya...

Saya lanjutkan perjalanan saya melihat stan stan buku disana. Semua buku tentang Indonesia dan dalam bahasa Belanda tentunya. Buku2 tentang sejarah sangat menarik perhatian saya. Foto2 kuno yang disajikan dalam buku2 itu sangat menyentuh perasaan saya. Sulit dipercaya, dokumentasi sejarah kita di Belanda lengkap sekali..., buku semacam trend fashion di Oost Indie, poster2 iklan masa kolonialisme, dan dokumentasi sejarah yang tidak pernah kita lihat sebelumnya ada semua disana... sekali lagi buku2 ini mahal sekali...... Ada satu buku yang menarik judulnya : “Never Kombek”... aneh sekali judulnya... saya baca ternyata tentang propaganda anti Belanda pada masyarakat Indonesia pada masa perang kemerdekaan... disitu tergambar dari foto2 dan ilustrasi betapa orang Indonesia sangat membenci orang Belanda pada masa itu, sehingga bahkan tukang sayur dan tukang becak pun enggan melayani pembeli orang keturunan Belanda... sentimen dan propaganda kebencian etnis massal yang luar biasa ini akhirnya membuat orang2 keturunan Belanda dan Indo peranakan yang menetap di Indonesia memilih eksodus ke Belanda... meskipun mereka telah lahir dan besar di Indonesia sejak beberapa generasi... saya jadi teringat kakek tadi... yang merupakan salah satu ‘korban’ dari sentimen etnis pada masa itu...
Satu sisi sejarah yang saya baru tahu, meskipun ditulis dalam perspektif Belanda, saya jadi paham mengapa hanya sedikit orang Belanda di Indonesia meskipun mereka lebih 3,5 abad berada di wilayah kita...”Never Kombek” adalah 'teror' coretan di dinding dan selebaran2 yang ditujukan pada orang2 keturunan Belanda yang tinggal di Indonesia di masa itu...

Dari ngobrol dengan beberapa teman Belanda, sebagian dari mereka juga mengira (terutama generasi mudanya) bahwa bangsa Indonesia masih sangat membenci orang Belanda hingga kini...Sepulang dari Pasar Malam ini saya berkesimpulan, bahwa baiklah kita melupakan permusuhan dan kebencian di masa lalu, bahwasanya mungkin sebagian dari mereka sebenarnya adalah saudara kita dari moyang yang sama... sama seperti halnya keturunan Tionghoa, keturunan Arab, keturunan India, yang tinggal bersama kita selama berabad2, mereka juga merasa sebagai orang Indonesia, namun 'keturunan Belanda' ini mengalami nasib yang lebih 'buruk' dan terusir dari tanah kelahirannya akibat sejarah kolonialisme yg menyakitkan, efek perang kemerdekaan dan gelombang kebencian anti barat yang memuncak pada periode 1945-1949....


MySpace Tracker

Posted by stevie on Aug 24, '08 4:17 PM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
“…Kalian StuNed Day pada datang lho ya, kalau tidak datang tanpa alasan yang jelas nanti allowance beasiswanya bulan depan akan kami pertimbangkan kembali…” saya ingat demikian gurauan mbak Sisca dari NESO dulu. Tapi memang bagi kami, kehadiran pada acara StuNed Day yang di-organize NESO adalah merupakan kewajiban moril bagi kami para penerima beasiswa.

Sesuai nama acaranya, StuNed Day, maka acara ini pada awalnya memang diperuntukkan bagi para penerima beasiswa StuNed dari NESO, namun demi kebersamaan para student Indonesia di Belanda, maka student penerima beasiswa selain StuNed juga diundang untuk hadir. Maka dalam acara tersebut hadir pula para student penerima beasiswa baik dari NFP, MCIT, Ford Foundation, Erasmus dan bahkan student Indonesia yang studi dengan biaya pribadipun turut hadir dalam acara tersebut.

Acara ini dilaksanakan di KBRI di den Haag pada akhir Mei lalu. Tampak hadir dalam acara tersebut, para pejabat dari scholaship provider, Pejabat Nuffic, ibu Monique Drenthem dari NESO Jakarta, Pejabat NFP, Bapak Duta Besar kita J.E Habibie, dan juga tamu kehormatan Ibu Gemala Hatta putri proklamator Bung Hatta yang kini tinggal di Amsterdam.

Seperti biasa acara diawali sambutan2 dari para pejabat. Session ini di-’dominasi’ bapak duta besar kita, yang tidak mau diatur batasan alokasi waktu berbicaranya oleh panitia. Ketika dibisiki oleh ibu Monique bahwa waktu berbicara beliau telah habis, beliau menjawab dgn keras : “...Ini wilayah kedaulatan Republik Indonesia, tidak seorangpun berhak membatasi saya berbicara di hadapan putera puteri bangsa saya sendiri...”
Hahahaha memang duta besar kita ini terkadang luar biasa semaunya sendiri.
meskipun terkesan seenaknya sendiri, tapi mungkin beliau secara implisit hendak berpesan, bahwa meskipun pendidikan kita dibiayai dana asing, tidak berarti bahwa kita akan bisa dengan mudah diatur atau tunduk pada kepentingan pihak asing, kita adalah pribadi2 Indonesia yang independen...yang bekerja demi kepentingan bangsa kita..... halah hahahaha
Tapi begitulah, akhirnya waktu sambutan pak dubes yang rencananya diberikan cuma 10 menit menjadi molor lebih dari 1 jam. Para pejabat Belanda tersebut hanya tersenyum kecut dan terpaksa akhirnya banyak acara berikutnya yang di kurangi atau bahkan di skip, karena ‘ulah’ bapak duta besar kita ini...

Secara umum acara ini menyenangkan, kami dapat berkumpul bersama para mahasiswa Indonesia lain dari seluruh Belanda, mendapat kenalan baru, dan tentu saja yang paling ditunggu oleh para student ini adalah: makan gratis masakan Indonesia di KBRI yang konon dihidangkan oleh juru masak Indonesia terbaik yang ditempatkan di KBRI.
Yang berkesan pula adalah inisiatif performance rekan2 student dari Den Haag yang dengan indahnya menyanyikan medley lagu lagu dari seluruh daerah Indonesia. Inisiatif ini mengundang inspirasi untuk NESO untuk melestarikan performance semacam ini di acara2 StuNed day berikutnya...

Yang sedikit melelahkan adalah banyaknya acara diskusi dan presentasi yang harus kami lalui dari pagi hingga sore. Berdiskusi mengenai segala topik dari tentang kontribusi penerima beasiswa terhadap bangsa, hingga masalah-masalah sosial yang aktual dan solusi kita tawarkan. Saya kebagian di kelompok yang mesti mediskusikan dan mempresentasikan tentang masalah yang terkait dengan pemberdayaan wanita. Hampir semua session diskusi dan presentasi yang kami lakukan harus dilaksanakan dalam bahasa Inggris... dalam session ini penerima beasiswa non StuNed tidak diwajibkan untuk ikut

Acara StuNed day kali ini terbilang sukses jika dibanding tahun2 sebelumnya apabila dilihat dari banyaknya peserta yang hadir...


Posted by stevie on Aug 20, '08 11:42 PM for everyone
Link: http://steviesisca.tk/

Celebrating our 3rd wedding anniversary, our gallery is currently being published to public. Please visit the link and don't forget to leave your comments on the shoutbox. Thanks. ;-)

Note
Guestbook
   
fullyangel wrote on Sep 16, '11
amndithya wrote on Aug 27, '10
Nyari aneka kue kering, parcel dan minuman buat Lebaran nanti?
Klik aja di http://amndithya.multiply.com
Buruan....
boedhiejuliawan wrote on Apr 27, '10
Salam kenal Bro...
deetoh wrote on Jun 11, '09
Kak Stevie, tulisan anda benar2 sangat menarik, membuka mata saya ttg Industrial Design.. bahkan saya belum sampe selesai membaca seluruhnya..saya udah pengen komen aja disini.. saya kasih tau temen2 saya ttg link ini ya Kak, thanks..

Greetings from Bandung, Indonesia.
osyutupperware wrote on Jun 3, '09
Halo pak, salam kenal ya...
Bangga ada anak bangsa yang sukses di sana... ^ o ^
wyoz wrote on May 19, '09
salam nya di trima ka and lam kenal balik aja yea..met mkn ciang and take care..
niita19 wrote on May 18, '09
salam kenal..kk
wyoz wrote on May 15, '09
Wow...Pengalaman yang luar biasa,lam kenal aja yea ka and Thanks a lot for Visiting my side,,,
fedrashop wrote on May 6, '09
Monggo Mampir Yukk ke

http://fedrashop.multiply.com

Ada MP3 Player bentuk kepala Mickey, kapasitas 2GB, lutchu ,mungil, imut n fashionable.

* Parfum Original With Low Price
* Kaos Couple Limited Edition
* Mp3 Player Mickey 2 GB 270rb
* MP3 Player Mickey With Eyes 2 GB 300rb
* MP3 Player Mickey 4th generation 320rb
* 2nd Dress Price Start From 20Rb,n 2nd shoes


++ Free Ongkir Buat Pembelian Parfum & MP3 player untuk JABODETABEK & Bandung Ayo cepetann diserbu... ^o^

Thnx

http://fedrashop.multiply.com
Ym : sweet_duck007
E-mail : audranar0904@gmail.com
adproindonesia wrote on May 5, '09
wew.. blog yg luar biasa..


makasih udah mampir ke Solo, Indonesia..
stevieheru wrote on Feb 2, '09
antypii said
sekarang di negeri nun jauh ya?bagaimana rasanya kah?
dingin...merana...sepi.......sendiri .... halah...hahaha... ya begitulah :-)
antypii wrote on Feb 1, '09
salam kenal balik mas,,,saya add yah....
sekarang di negeri nun jauh ya?bagaimana rasanya kah?
nelros wrote on Jan 31, '09
Saya ninggalin jejak disini ya, terima kasih udh ngelongok ke Site saya.
trineptun wrote on Jan 28, '09
Halo....
ninochristianhandoyo wrote on Jan 21, '09
Halo ini christian ...sorry minta waktunya lagi...pengen tau aja si, sebenernya apa kita bisa 'survive' dengan modal bahasa inggris aja di Delft? aq bisa bahasa jerman juga sedikit, maksudnya dalam student life

n gmana dengan kemungkinan part-time job, bisa engga dapat part time job dengan modal bahasa inggris aja?

thanks buat waktunya
joshellenemily wrote on Jan 6, '09
halo mas stevie, ini yosia dari desproits97. congrats ya mas dan good luck and success studi nya di sana :) Let us colour our world with the talents that God has given to us :)
joshellenemily wrote on Dec 25, '08
Halo mas stevie, ini yosia dari despro its 97. salut sama journey nya....keep the spirit within.... :)
stevieheru wrote on Dec 6, '08
hai Christian, salam kenal juga... jawabannya kutulis di guestbook kamu ya.... salam..
ninochristianhandoyo wrote on Dec 5, '08
hai salam kenal, Aku Christian sekarang lagi magang di JErman...mau nanya ni susah g diterima di TU delfft ? aq berencana ambil master architecture di Delft.......thank you
sutanjabok wrote on Nov 16, '08
baru kenalan di blog y mas stevie... hehehe... wah tugas ya, gak jauh beda nasibnya, tugas.. tugas.. tugas.. sukses tugasnya mas.. :D
Pages:12